Layani Jemaah Haji, 98 PPIH Kemenkes Berbagai Profesi Ikuti Pembekalan

Ilustrasi ibadah umroh dan haji. Foto : pixabay.com

Jakarta (Sigijateng.id) – Sebanyak 98 petugas haji yang terpilih dari proses seleksi perekrutan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2022, menjalani pelatihan kompetensi di Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa Dinas Kesehatan TNI AU atau Lakespra dr. Saryanto Jakarta. Kegiatan pembekalan itu diikuti petugas kesehatan dari berbagai profesi.

Kepala Lakespra dr. Saryanto Marma TNI dr. Swasono menyebutkan peserta pelatihan pembekalan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan menyiapkan fisik serta mental agar lebih sigap dan tanggap melayani jemaah haji yang berisiko tinggi.

Hal ini penting mengingat keberhasilan pelayanan kesehatan jemaah haji bukan hanya sekedar keterampilan pada satu bidang saja, tetapi terletak pada kebersamaan dan kekompakan antarpetugas kesehatan.

“Pengabdian tanpa batas ini membutuhkan skill, knowledge, dan attitude yang tidak hanya terbatas pada ilmu kedokteran, perawatan dan pendukung medis, tetapi sikap yang terkoordinasi, satu komando untuk mengantisipasi kelalaian dan keterlambatan dalam pemberian tindakan yang berakibat fatal terhadap jemaah,” ujarnya dalam keterangan pers tertulis, Rabu (11/5/2022).

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugara mengatakan berdasarkan data evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 15 tahun terakhir, angka kematian jemaah haji Indonesia masih sangat tinggi.

Dengan kuota jemaah Indonesia sekitar 220.000, sekitar 300-400 jemaah meninggal per tahunnya. Kemenkes sendiri telah melakukan identifikasi penyebab tingginya angka kematian jemaah haji Indonesia.

Berdasarkan catatan medis, kematian disebabkan dua faktor utama yakni usia dan perilaku jemaah. “Perilaku ini menyebabkan jemaah kelelahan karena ritual ibadah yang tidak disesuaikan dengan kondisi fisik terutama yang berusia lanjut,” ungkap Kunta.

Kunta menuturkan sangat penting untuk menyiapkan petugas kesehatan haji yang cekatan, lincah, dan terampil dalam memberikan layanan kesehatan terutama pada kelompok yang berisiko tinggi seperti lansia dan orang dengan penyakit penyerta.

“Sebagai pelayan tamu Allah, para petugas haji mengemban tanggung jawab yang besar dan mulia untuk menjaga kesehatan jamaah dengan harapan mampu menekan angka kematian jamaah haji di tanah suci,” imbuhnya.

Pembekalan pelatihan dibagi menjadi tiga gelombang. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerumunan peserta pelatihan. Gelombang pertama dilaksanakan dari tanggal 10-12 Mei 2022, gelombang dua akan dilaksanakan pada tanggal 12-15 Mei 2022 dan gelombang ketiga atau terakhir pada 22-25 Mei 2022. (Dye)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here