Kronologi Suami Tega Bunuh Istri di Semarang dengan Ditusuk Pisau, Langsung Pergi Naik Motor, Kini Sudah Ditangkap

Lokasi persitiwa dugaan pembunuhan yang dilakukan suami kepada istrinya di Jalan Srinindito Semarang, Sabtu (15/1/2020). ( foto dok polrestabes)

SEMARANG (Sigijateng.id) – Polrestabes Semarang berhasil membekuk terduga pelaku pembunuhan yang terjadi di Simongan Semarang Barat dalam kurun tidak lama setelah peristiwa terjadi.

Terduga pelaku diketahui bernama Khanifah atau akrab disapa warga Andre (33), sedangkan korbanya adalah Indah Safitri (26) istrinya sendiri.

Peristiwa raja pati ini terjadi di rumah kos Jalan Srinindito Baru RT 11 RW 1, RT 11 RW 1 Kelurahan Ngemplak Simongan Kecamatan Semarang Barat, Sabtu (15/1/2022).

Andre sempat kabur menggunakan sepeda motor usai membunuh istrinya Endah Safitri (26). Andrew berhasil dibekuk aparat sekitar pukul 19.00 WIB saat kebingungan akan pulang ke rumahnya.

“Kita berhasil amankan saat yang bersangkutan akan pulang ke rumahnya Srinindito, yang juga lokasi kejadian. Sebelumnya, pelaku kebingungan muter-muter akan pergi kemana”, ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan saat dikonfirmasi, Minggu (16/1).

Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku tersinggung kapada istrinya karena dikatakan menganggur.

Tewasnya Endah Safitri menggemparkan warga Kampung Srindito Baru karena warga mendapatinya dalam kondisi bersimbah darah di lantai ruang tamu rumah.

Dari pemeriksaan, ditemukan luka tusukan senjata tajam sebanyak lima kali di bagian leher hingga korban meregang nyawa kehabisan darah.

Beberapa warga sendiri mengaku sempat mendengar korban berteriak minta tolong sebelum ditemukan tewas. Juga ada yang melihat Andrew keluar rumah bawa pisau terus dibuang lalu pergi naik motor.

Namun warga yang sempat melihat Andrew meninggalkan rumah dalam kondisi berlumuran darah dan membawa pisau tidak berani menegur.

Tetangga korban, Kenan, mengaku melihat suami korban dalam keadaan berlumuran darah dan membawa pisau. Bahkan warga yang menanyakan diancam menggunakan pisau.

“Pelaku hanya diam saat keluar dari rumah kontrakan kemudian menaiki kendaraan terus pergi,” ujarnya.

Dikatakan dia, pisau yang digunakan pelaku informasinya dibuang di lapangan bulu tangkis yang tak jauh dari lokasi.

“Saya tidak tahu lari kemana tapi menurut informasi lari ke rumah orangtua korban ambil anaknya yang kecil,” kata dia.

Dikatakannya, warga tidak mendengar kegaduhan saat terjadi pembunuhan.

Warga hanya mendengar suara jeritan dari tetangga kos korban.

“Jadi yang ngontrak teriak-teriak warga baru keluar. Warga mendengar sekitar pukul 12.30,” ujar dia.

Sementara itu Ketua RT 11 Martoyo menuturkan korban bersama suaminya baru dua Minggu tinggal di kosan tersebut. Saat tinggal di tempat tersebut korban telah lapor ke ketua RT.

“Kalau masalah keluarganya maaf saya tidak tahu,” ujar dia.

Ia menuturkan, korban bersama suaminya akan diperkenalkan warga sekitar pada pertemuan pekan depan.

” Korban bersama suaminya mau diperkenalkan warga besok Minggu depan,” kata dia.

Pemilik rumah kos, Eny Ekowati mengatakan korban yang menyewa rumah kosnya merupakan mantan muridnya. Korban telah berkeluarga dan memiliki dua anak.

“Korban bersama suaminya tinggal di kosan itu pada 1 Januari lalu,” ujar dia.

Ia mengaku selama tinggal di rumah tidak mengetahui adanya permasalah rumah tangga menimpa korban.

Bahkan dia menyambangi saat korban pindah ke rumah kos miliknya.

” Rumah saya di RT 07 rumah kos saya RT 11 saya sibuk sekali. Jadi tidak nyambangi. Setahu saya dia datang membayar kosan dan mau ditempati. Dia bawa apa saja saya juga tidak tahu,” kata dia.

Setelah kejadian, pelaku mendatangi rumah orang tua korban.

Pelaku mengambil anaknya paling kecil dan membawa pergi.

Namun keluarga tidak ada yang tahu pelaku telah membunuh korban saat mendatangi rumah orang tuanya. (aris)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here