Kepala BNPT Jelaskan Status Munarman Jadi Terdakwa Terorisme, Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Mahesa Terkaget

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar (Foto: Ist-Dok.sigijateng)

Jakarta (Sigi Jateng) – Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman saat ini statusnya sekarang menjadi terdakwa atas kasus terorisme. Munarman didakwa pelaku terorisme, karena dugaan berbaiat dengan organisasi ISIS.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar saat menjawab pertanyaan Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Mahesa dalam rapat kerja Komisi III dengan BNPT di ruang Komisi III, gedung DPR, kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Mantan Sekum Front Pembela Islam Munarman (kedua kiri) saat diamankan Densus Antiteror, di kediamannya, di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa, 27 April 2021. (Foto: Ist-Dok.sigijateng)

“Keterlibatan dalam organisasi adalah tidak lepas dari keberadaan Munarman dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan bersama dengan katakanlah tokoh-tokoh organisasi FPI di daerah yang campur aduk dengan lainnya, untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya baiat untuk mendukung kegiatan-kegiatan organisasi yang dikategorikan sebagai organisasi teroris,” kata Boy.

Boy mengatakan Munarman didakwa bukan karena FPI dibubarkan dan dinyatakan organisasi terlarang oleh pemerintah. Namun, kata Boy, lebih karena pribadi Munarman yang beberapa kali terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya baiat terhadap organisasi terorisme.

“Kalau kaitan dengan Munarman, kami lihat dalam kapasitas Munarman sebagai pribadi, bukan sebagai anggota organisasi,” tegas Boy.

Lebih lanjut, Boy mengatakan pihaknya mengedepankan asas praduga tak bersalah atas penetapan Munarman sebagai terdakwa pelaku terorisme. Pasalnya, saat ini pengadilan terhadap Munarman sedang berlangsung.

“Ini proses penyidikan masih berjalan, tentu kita kedepankan asas praduga tidak bersalah dan kita lihat di pengadilan apa dan sejauh mana keterlibatan Munarman dalam aksi kejahatan terorisme,” kata Boy.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Mahesa mengaku terkaget tuduhan teroris terhadap mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam Munarman. Desmond meminta penjelasan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar terkait kasus terorisme yang menimpa Munarman.

“Ada catatan yang luar biasa sekali. Teman saya di LBH sekian tahun, saya kenal, dia meyakinkan saya jalan perjuangannya lewat FPI. Saya kaget dituduh teroris, Munarman,” kata Desmond dalam rapat kerja Komisi III dengan BNPT di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/1/2022). (Dye)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here