Jalankan Program Ini, Tim KKN UIN Walisongo Disambut Antusais Santri TPQ Fatchul Qulub Gunung Tumpeng

Lokasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar TPQ Fatchul Qulub (foto tim kkn uin ws)

SEMARANG (sigijateng.id) − Mahasiswa KKN Reguler 79 UIN Walisongo Semarang mendukung proses jalannya belajar dan mengajar di TPQ Fatchul Qulub. TPQ ini bertempat di Dusun Jaten, Desa Gunung Tumpeng, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang dengan ikut mengajar.

Program ikut mengajar di TPQ adalah salah satu program tim KKN selama menjalankan tugas kampus di desa Gunung Tumpeng.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo di Desa Gunung Tumpeng sedang melakukan kegiatan pembelajaran di TPQ Facthul Qulub Selasa (4/10/2022) (foto tim kkn uin ws)

Kegiatan di TPQ Fatchul Qulub berlangsung selama enam hari yaitu dari hari Sabtu hingga hari Kamis. Kegiatan belajar mengajar dimulai pada pukul 16.30 WIB sampai 17.30 WIB.

Rishal Rahmad Triantono selaku koordinator KKN kelompok 30, mengatakan, kedatangan mahasiswa KKN Reguler 79 UIN Walisongo Semarang disambut baik oleh santri TPQ Fatchul Qulub. Para santri sangat senang dan antusias menerima kedatangan mahasiswa KKN dari UIN Walisongo. Hal ini terlihat ketika kami datang, mereka bersorak untuk menyambut kedatangan kami. Mereka terlihat lebih bersemangat dalam proses belajar mengajar.

“Jajaran guru yang mengajar pun mengatakan bahwa santri TPQ sangat bersemangat untuk belajar hari ini karena akan kedatangan Mahasiswa KKN,” Kata Rishal Rahmad, (Rabu, 5/10/2022).

Mujiyatun selaku salah satu ustadzah TPQ Fatchul Qulub mengatakan, kegiatan belajar mengajar di TPQ Fatchul Qulub dimulai dengan membaca surat al-fatihah kemudian dilanjutkan dengan membaca Asmaul Husna secara bersama sama. Setelah itu, para santri mulai pembelajaran dan pembelajaran diakhiri dengan bacaan surat Al-ashr dan doa Kafaratul Majelis.

Ada dua tempat yang digunakan untuk melaksanakan pembelajaran, yaitu terdapat satu kelas di gedung TPQ dan dua kelas lainnya berada di serambi masjid. TPQ ini memiliki 3 tingkatan yaitu kelas A, B dan C. Santri kelas A terdiri dari siswa kelas 1 sampai 2 Sekolah Dasar dan santri kelas B terdiri dari siswa kelas 3 sampai 6 di Sekolah Dasar. Terdapat pula 2 murid kelas C.

Kelas A terdiri dari anak usia TK sampai dengan kelas 2 SD. Kelas B terdiri dari anak usia kelas 3 SD hingga kelas 6. Bagi santri yang sudah khatam pelajaran kelas B maka mereka akan masuk ke tingkat C. Hingga hari ini hanya terdapat 2 santri yang masuk di kelas C.

“Untuk menghadapi anak kecil, kami para pendidik harus ekstra sabar. Terkadang banyak juga anak yang mengungkapkan rasa bosan saat proses pembelajaran berlangsung. Bahkan di tengah proses pembelajaran pun banyak santri yang makan”, ujar Mujiyatun selaku salah satu ustadzah TPQ Fatchul Qulub.

TPQ Fatchul Qulub ini tergolong ke dalam lembaga pendidikan Quran yang masih sangat sederhana apabila dibandingkan dengan TPQ yang ada di tempat lainnya. Hal ini terlihat dengan kurang memadainya infrastruktur yang ada. Belum adanya acuan kurikulum dan sistem administrasi belum tersusun dengan rapi. Jadwal pelajaran pun belum terlaksana dengan baik.

Selain itu, tenaga pengajar di TPQ Fatchul Qulub ini masih terbatas. Hanya terdapat seorang Ustadz dan tiga ustadzah. Dalam satu hari terdapat dua tenaga pengajar dan masing-masing guru hanya mengajar selama 3 hari dalam seminggu. (rrt/timkkn/asz)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here