Inilah Keutamaan Berdoa untuk Orang Tua Jelang Puasa Ramadhan

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Uswah, KH. M. Thoyyib Farchany dan Habib Hamid bin Sholeh Ba’aqil saat memimpin doa arwah Jama’ dan khataman Al-Qur’an 10 kali Khataman menjelang Bulan Ramadhan pada Minggu malam (27/3/2022. (Foto Ponpes Al-Uswah Semarang)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Pondok Pesantren Al-Uswah Gunungpati Kota Semarang menggelar doa arwah Jama’ dan khataman Al-Qur’an 10 kali Khataman menjelang Bulan Ramadhan pada Minggu malam (27/3/2022). Kegiatan ini bagian dari acara tahunan pesantren dalam menyambut Ramadhan. Selain acara tersebut ada wali santri yang ikut mengakikahkan anaknya. Dua anaknya tersebut Mahendra Dwi Pramudita bin H. Pursidi dan Arkanio Magaly Ismail Bin Wahyu Adi Ismail.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Uswah, KH M Thoyyib Farchany menyampaikan sebuah nasehat dalam tausiyahnya, hidup di dunia yang sebentar ini jangan sampai melupakan orang tua. Apabila masih hidup hormati keduanya, temani dalam keadaan susah, dan berikan ketenangan. Sedangkan, ketika sudah meninggal doakan dengan kadar kemampuan.

“Jangan lupa mendoakan orang tua semoga Allah mengalirkan rezeki kepada kita,” tambah Abah Thoyyib.

Ulama Kharismatik Nahdlatul Ulama inipun menyitir sebuah hadits “Birru abaakum tabirrukum abnaukum”. Artinya, berbaktilah kepada orang tua kalian, niscaya anak-anakmu akan berbakti kepada kalian. Hadits ini cukup populer dikalangan umat Islam sebagai bagian dari motivasi untuk berbuat baik terhadap kedua orang tua.

Alumni Pondok Pesantren Al-Asy’ariyyah Kalibeber ini juga menyitir sebuah hadits kembali, “Man taraka du’aahu liwalidaihi yanqothi’u ‘anhu al-rizqu”. Hadits ini mengajarkan kepada santri, walisantri dan jama’ah majelis ta’lim Al-Uswah bahwa penting untuk terus mendoakan kepada orang tua. Bukan hanya karena rezeki mengalir kepada anak tetapi, bagian dari dukungan anak terhadap orang tua yang telah membesarkan dengan susah payah.

Sebagai santri yang masih menggantungkan kiriman dari orang tua harus ikut prihatin dan mendoakan orang tua. Sehingga orang tua di rumah dapat mencari rezeki yang halal dan berkah untuk anak.

Disisi yang lain, Habib Hamid bin Sholeh Ba’aqil yang diundang dalam kegiatan tersebut mengingatkan segala sesuatu akan dimudahkan dengan bershalawat kepada Nabi.

“Banyak orang dimudahkan perkaranya dengan bershalawat dengan Nabi termasuk Imam al-Busyiri,” terang Habib Hamid.

Habib Hamid menceritakan dahulu Imam Busyiri ini mengalami penyakit lumpuh dalam bahasa sekarang stroke. Beliau tawasul menulis 160 bait Qosidah al-Burdah. Kemudian bermimpi bertemu Nabi setelah bangun sembuh penyakitnya.

“Walaupun kita hanya hafal Ya Rabbi bil mushtafa balligh maqasidana waghfir lana ma madha ya wasi’a al-karami semoga menjadi amalan shalawat kepada Nabi,” tandas Habib Hamid dari Semarang.*(Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here