Ini Pengakuan Tersangka Bakar Rumah Kekasih di Sragen, Sepekan 3 Kali Coba Membakar

Ilustrasi. Foto : pixabay.com

Sragen (Sigijateng.id) – Gegara cintanya kandas di tengah jalan, Z (29) seorang warga Kampung Kliteh, Kelurahan Sragen, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, nekat membakar rumah milik Sugiyanti (60), warga Desa Bento, Kecamatan Sukodono, Kabuten Sragen pada Rabu (10/8) lalu.

Berikut pengakuan Z yang nekat melakukan aksi membakar rumah kekasihnya usai hubungan cintanya dengan ADL (26), anak Sugiyanti, kandas. Saat dihadirkan dalam konferensi pers gelar perkara di Mapolres Sragen, pada Jumat (29/9).

Tersangka Z mengatakan, hubungannya dengan ADL awalnya hanya sebatas berteman. “Dia jadi sales, terus semakin akrab, dan sama-sama suka,” kata Z.

Z mengaku sudah memiliki istri, begitu juga ADL yang sudah memiliki suami. Suatu hari, ADL curhat soal keinginannya menceraikan suaminya.

“Korban minta tolong ke saya, minta menceraikan suaminya karena sering cekcok. Selain itu, suaminya sering mabuk, dan sudah nggak kuat. Saya suruh bantu cerai, karena dia gak berani,” ujarnya.

Z pun merogoh kocek sebesar Rp 3 juta untuk menyewa pengacara untuk mengurus perceraian ADL dengan suaminya. Setelah ADL bercerai, tersangka malah membawa kabur ADL dan kabar itu sempat viral pada Juni lalu.

Mereka awalnya menyewa kos di wilayah Sragen, sebelum pindah ke Surabaya. “Saya ajak ke Surabaya. Itu sewa kos. Saya kerja jadi kuli bangunan, dia tidak (kerja),” ujarnya.

“Rencananya mau saya nikahi, tapi keadaan ekonomi saya semakin terpuruk,” imbuh Z.

ADL pun tidak betah sehingga ingin kembali ke rumah orang tuanya di Sragen. Namun, Z mengancam jika ADL nekat pulang, dia akan membakar rumah ADL. Singkat cerita, ADL akhirnya nekat pulang ke rumah orang tuanya pada 17 Juli 2022. Z pun dan membuktikan ancamannya.

Dalam sepekan, Z mencoba membakar rumah korban sebanyak tiga kali. Aksi pertama dan kedua gagal, sehingga korban tidak melaporkan ke polisi. Namun aksinya yang ketiga dapat membakar sisi dapur rumah Sugiyanti.

“Saya siram dengan bensin di bagian belakang rumah, terus saya kabur. Saya melarikan diri, tapi masih di Sragen,” kata dia.

Sementara itu, Kapolsek Sukodono, AKP Sutanto mengatakan, motif yang dilakukan tersangka karena sakit hati, inginnya dimiliki, tapi tidak bisa. Kemudian korban melarikan diri. Dia dijerat pasal 187 ayat 2 dan ayat 3 tentang mengancam yang membahayakan umum dan orang lain.

“Untuk ancaman pidananya maksimal 12 tahun penjara,” tandas Kapolsek. (Red)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here