Inflasi Kota Semarang Stabil, Ini Daftar Komoditas yang Memberi Andil

Kepala BPS Kota Semarang, Fachruddin saat melaporkan inflasi di Kota Semarang yang masih terkendali dan stabil, Kamis (1/12/2022). (Foto. Mushonifin/sigijateng.id)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang kembali merilis perkembangan inflasi bulan November 2022 di gedung P3DN pada Kamis (1/12/2022). Tercatat inflasi di Kota Semarang masih terkendali dan stabil.

Kepala BPS Kota Semarang, Fachruddin melaporkan kelompok pengeluaran konsumsi yang menyumbang inflasi adalah makanan, minuman, dan tembakau yang tingkat inflasinya 0,30 persen. Pakaian dan alas kaki sebesae 0,42 persen. Perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar rumah tangga mengalami devlasi sebesar 0,20 persen.

“Sedangkan inflasi di Semarang dominan dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” ujar Fachruddin.

Fachruddin kembali menjelaskan, kelompok rekreasi dan olahraga memberikan inflasi 0,98 persen. Sentara Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru mengalami deflasi 0,09 persen. Kemudian secara tahun kalender, kelompok konsumsi perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan inflasi yang tam diduga-duga, yakni 0,28 persen.

“Tapi tentu dari semua itu, inflasi Mount of Mount dari November terhadap Oktober 2022 didominasi oleh kelompok konsumsi Makanan dan minuman yang memberi andil inflasi sebesar 0,711 persen,” tandas Fachruddin.

Jika dihitung berdasarkan satuan komoditas, penyumbang inflasi tertinggi adalah angkutan udara, minyak goreng, telur ayam ras, daging ayam ras, sawi hijau, tomat, emas dan perhiasan, bioskop, rokok kretek dan filter, serta brokoli. Sementara penyumbang deflasi tertinggi adalah Bensin, semen, sabun detergen, pisang, sabun mandi, bawang putih, tarif kendaraan roda 4 online, tarif kendaraan roda 2 online, bahan bakar rumah tangga, cabai rawit, dan cabai merah.

“Tentunya pengendalian harga menjadi kunci dalam menekan inflasi,” ujar Fachruddin kembali.

Dalam laporannya, Kota Semarang memiliki perubahan harga sebesar 12,35 persen dibanding tahun 2018 yang 100 persen. Sementara secara keseluruhan tingkat inflasi selama bulan november 2022 sebesar 0,13 persen, tingkat inflasi tahunan kalender sebesar 4,52 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun 5,15 persen.

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Tengah, Semarang tidak termasuk tinggi inflasinya. Justru yang tertinggi ada di Purwokerto dengan inflasi 30 persen.

Tapi jika dibandingkan kota-kota besar se indonesia, Semarang menduduki oeringkat 4 dalam inflasi. Urutan puncak inflasi ditempati Yogyakarta dengan inflasi sebesae 0,32 persen. (Mushonifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here