Inflasi Jawa Tengah Naik 0,85 Persen Dipicu Kenaikan Harga Cabai dan Bawang Merah, Simak Penjelasan BPS

Petugas dinas perdagangan saat memantau harga bahan pokok di sebuah pasar tradisional. (Foto Dok Sigijateng.)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Inflasi di Jawa Tengah tengah menanjak. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah melaporkan kenaikan inflasi sebesar 0,85 persen.

Kenaikan inflasi tersebut membuat Indeks Harga Konsumen (IHK) naik menjadi 111,32 basis poin.

Kepala Badan Pusat Statistik Jateng Adhi Wiriana menjelaskan, penyebab utama inflasi di Jawa Tengah Juni 2022 adalah kenaikan harga cabai merah, cabai rawit dan bawang merah.

Adapun, dari enam kota IHK di Jawa Tengah, semua kota mengalami inflasi.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Semarang sebesar 0,93 persen dengan IHK sebesar 110,97 diikuti oleh Kota Surakarta sebesar 0,89 persen dengan IHK sebesar 112,48, Kabupaten Cilacap sebesar 0,71 persen dengan IHK sebesar 111,52,” katanya, Jumat (1/7/2022).

Penahan utama inflasi di Jawa Tengah adalah penurunan harga minyak goreng, daging ayam ras, bawang putih, angkutan antar kota, dan laptop/notebook.

“Tingkat inflasi tahun kalender Juni 2022 sebesar 3,75 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2022 terhadap Juni 2021) sebesar 4,97 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran

“Yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,14 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,88 persen; kelompok transportasi sebesar 0,83 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,73 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,57 persen kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,50 persen,” tambahnya. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here