Hadi Santoso Desak Pemprov Prioritaskan Penanganan Rob di Pantura, Ini Alarm Bahaya

Wakil Ketua Komisi D DRPD Jateng Hadi Santoso. ( foto fraksi pks)

SEMARANG (sigijateng.id) – Terjadinya banjir rob di Jawa Tengah dalam beberapa hari terkahir ini telah menjadi perhatian banyak orang. Anggota DPRD Jatengpun merespon adanya kejadian itu.

Salah satunya yakni Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Hadi Santoso. Politisi dari Fraksi PKS ini mendesak Pemerintah provinsi untuk memprioritaskan penanganan rob di pantura.

Hal ini berkaitan dengan banjir rob yang terjadi di wilayah sekitaran pelabuhan tanjung mas Kota Semarang. Banjir rob tersebut adalah akibat tanggul di kawasan berikat Lamicitra Pelabuhan Tanjung Emas,Senin (24/05/2020).

“Rob semarang menjadi alarm bahaya bagi Jawa Tengah terutama pantura. Kejadian itu memberikan peringatan bahwa penanganan Rob Pantura harus segera dan menjadi prioritas,” katanya dalam siaran tertulisnya.

“Demikian pula dengan penanganan rob di Pekalongan, harus segera diselesaikan,” tambahnnya.

Menurut anggota dewan asal Wonogiri ini, sudah tidak bisa ditunda lagi, sabuk pantai Semarang-Demak sudah mendesak. Jika terlalu lama berdiskusi tentang administrasi status tanah serta regulasi lainnya, maka akan membahayakan ekonomi masyarakat.

“Jangan terlalu lama berdiskusi tentang administrasi status tanah dan lain sebagainya, ini sudah membahayakan masyarakat lokal dan ekonomi nasional karena mengganggu sarana prasarana vital,” tegasnya.

Hadi menyebutkan bahwa saat ini lagi proses pembangunan sabuk pantai Semarang-Demak sedang terhambat akibat status tanah musnah.

“Sebagian besar di sesi I tanahnya bersertifikat tapi sudah tidak terlihat karena tergenang, secara regulasi itu harus dimusnahkan dan menjadi tanah negara, dan proses tersebut membutuhkan waktu lama,” jelasnya.

Namun saat ini Hadi memaklumi pemerintah yang sedang konsentrasi menangani situasi kedaruratan akibat banjir rob di Kota Semarang, namun setelah itu pemerintah harus kembali bertanggung jawab untuk penanganan rob di pantura.

“Saat ini pemerintah sedang konsentrasi kedaruratan. Mari semua elemen bergerak untuk membantu, setelah ini kembali menjadi tanggung jawab Pemerintah untuk segera atasi rob ini,” pungkasnya.

Sementara, menurut Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes M Iqbal Alqudussy , banjir rob mengakibatkan delapan ribu kepala keluarga terdampak. Serta membanjiri 8 titik di sekitar wilayah Pelabuhan dengan tinggi permukaan air antara 80-150cm. (aris)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here