Estimasi 3 Bulan, Perbaiki Pondasi Jembatan Sungai Jagung yang Ambrol

Jembatan di perbatasan Kecamatan Kajen-Kesesi, Kabupaten Pekalongan, yang dibangun sejak 1982 pondasinya ambrol. Foto : Edi M / sigijateng.id

Pekalongan (Sigijateng.id) –  Tergerus derasnya aliran sungai, sebuah jembatan di perbatasan Kecamatan Kajen-Kesesi, Kabupaten Pekalongan, yang dibangun sejak 1982 fondasinya ambrol. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (1/10) malam.

Akibat amblasnya fondasi di sisi timur ini, jalan milik Provinsi Jateng yang merupakan jalur utama penghubung Kecamatan Kajen dan Kesesi serta menghubungkan Pekalongan dengan Kabupaten Pemalang ditutup untuk sementara.

Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak provinsi terkait amblesnya pondasi Jembatan Sungai Jagung yang merupakan jembatan penghubung Kajen-Kesesi ini.

“Ini kewenangan provinsi. Hasil koordinasi kami dengan Balai Pengelola Jalan (BPJ) Wilayah Pekalongan, kita akan lakukan segera perbaikan bersama provinsi, terkait abutment (fondasi) jembatan yang di sisi timur dan perkiraan waktu paling tidak tiga bulan,” kata Yulian saat di lokasi.

“Sudah direncanakan tahun 2019 lalu, namun terkendala COVID. Dengan adanya ini, kita percepat pembangunan termasuk pembebasan lahan. Syukur-syukur bisa dilaksanakan di tahun 2023. Karena ini juga harus ada pembebasan lahan di sisi timur maupun baratnya,” imbuh Yulian.

Kepala BPJ Wilayah Pekalongan, Sumantoro, mengatakan jembatan itu sudah uzur, amblesnya fondasi itu juga karena karena gerusan air sungai. Perbaikannya diprediksi memerlukan waktu tiga bulan.

“Memang sudah berumur. Bahkan dari provinsi sudah merencanakan pembangunan duplikatnya pada tahun 2019, namun karena COVID diundur,” jelas Sumantoro.

“Bulan kemarin sempat turun 5 cm. Upaya kami sesegera mungkin diperbaiki. Mengenai abutment (fondasi), jadi kita adakan pengaman platnya dulu, baru pengerjaan pembuatan fondasi,” imbuhnya.

Dilokasi yang sama, Sekretaris Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng, Ali Huda mengatakan bahwa memang jembatan di ruas jalan provinsi ini, kewenangannya ada pada pihaknya. Dan kejadian yang terjadi pada 1 Oktober 2022, di laporannya terjadi pada pukul 18.30.

“Kami berterimakasih kepada rekan-rekan Pemkab Pekalongan, atas gerak cepatnya untuk mengamankan lalu lintas di sini. Sehingga jembatan perlu ditutup, satu butuh evaluasi, apakah masih terjadi kemungkinan hal yang membahayakan dan untuk perencanaan penanganannya,” kata dia.

“Hari ini kami ke lokasi untuk cek kebutuhan penanganan, dan ini mulai action, insyaallah besok sudah ada pergerakan penanganan. Intinya, kami melakukan pengamanan terlebih dahulu,” sambungnya. 

Untuk perencanaan teknis, lanjut Huda, saat ini sedang diselesaikan, kebetulan tahun 2019 sudah proses perencanaan. Sehingga mungkin data-data teknis yang diperlukan tanah dan sebagainya akan mengacu hal itu.

“Mudah-mudahan segera bisa kita selesaikan. Estimasi, butuh tiga bulan. Di bulan pertama kita bisa menyelesaikan konstruksi bawahnya. Sementara kita asumsikan konstruksi bawahnya menggunakan beton. Dengan fondasi sumuran, semoga bisa tertangani,” tandasnya. (Red)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here