Empat Warga Kota Semarang Positif Omicron, 21 Positif Delta

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Mohamad Abdul Hakam saat melaporkan ada 4 pasien positif omicron di Kota Semarang, Jum'at (21/1/2022). (Foto. Mushonifin/sigijateng.id)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mohamad Abdul Hakam, melaporkan ada 4 pasien positif omicron di Kota Semarang dari 25 sampel yang dikirimikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Namun Hakam mengatakan, sisanya positif delta. 

25 sampel tersebut hasil tracing orang yang datang dari luar negeri. Sebelumnya mereka sudah sempat karantina di wisma atlet Jakarta. 

“Pagi ini jam 9 dikabarin dari provinsi (Jawa Tengah), dari 25 sampel yang dikirim ada 4 yang positif omicron, sisanya varian delta. Dari luar negeri sebetulnya sudah karantina tujuh hari di wisma atlet (Jakarta). Setelah satu hari dipulangkan lalu muncul demam dari salah satu orang tersebut, bahkan sebelum pulang tanggal 31 Desember lalu,” ujar Hakam saat diwawancarai di kantornya usai Sholat Jum’at (21/1/2022). 

“Dua kali dia swab PCR hasilnya negatif. Dia inisiatif tes sendiri karena dia merasa tidak enak badan. Sehabis itu dia melakukan PCR ulang, ternyata hasilnya positif. Tanggal 1 Januari dia melakukan pemeriksaan tanggal 3 Januari hasilnya baru selesai, tanggal 5 Januari laporan ke puskesmas. Lalu iita melakukan tindak lanjut,” beber Hakam. 

Hakam sendiri mengatakan hingga saat ini tracing omicron dari pasien tersebut terus dilakukan kepada orang-orang terdekatnya atau yang melakukan kontak erat dengannya. 

“Dari indeks kasus yang dari luar negeri, lini pertamanya mulai dari istri, kakaknya ini positif makanya saya bilang ada 4. Lini kedua yang sempat kontak erat dengan yang bersangkutan, dia hanya ke minimarket. Lini keduanya ada 14, lini ketiganya 15 Alhamdulillah negatif semua. Nanti kita akan tes lagi untuk lini kedua dan ketiga,” tandasnya. 

Hakam mengatakan untuk lini pertama tidak ada gejala, semuanya dalam keadaan sehat. Bahkan empat orang yang positif omicron tersebut sudah melakukan vaksinasi pada tanggal 6 hingga 11 Januari lalu sehingga kondisi pasien omicron tersebut dalam keasaan sehat. 

Hakam mengatakan pihaknya terus mengkoordinasikan perangkat masyarakat hingga di level RT dan RW untuk mengantisipasi omicron. 

“Kemudian tindak lanjut dari apa yg sudah terjadi akhirnya kita lakukan protokol kesehatan untuk pencegahan omicron. Kita akan fasilitas dengan lab pemeriksaan PCR,” papar Hakam. 

Hakam menjelaskan saat ini masih ada 8 orang yang melakukan isolasi mandiri. Semuanya datang dari Jakarta. 

Dia menegaskan akan mempercepat vaksinasi booster agar persebaran omicron dapat teratasi. 

“Setelah langkah berikutnya antisipasi itu mudah-mudahan percepatan vaksinasi ketika sudah ada kasus omicron di kabupaten atau kota percepatan vaksinasi booster harus dilakukan. Januari ada 250 ribu, Februari ada 350 ribu, Maret 500 ribu kuota untuk vaksin booster, April sudah 1 juta lebih. Harapannya dari kegiatan setelah dia pulang dia dari luar negeri maupun kota terutama Jakarta kita fasilitasi dengan PCR terutama yang bergejala,” tandasnya. (Mushonifin) 

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here