Disdikbud Jateng Segera Sosialisasi Kurikulum Prototipe

Sekretaris Disdikbud Jateng, Suyanta saat memberikan keterangan, Rabu (12/1/2022). (Foto. Dok. Humas Disdikbud Jateng)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) merencanakan sosialisasi kepada sekolah yang ada di Jateng soal terobosan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terkait kurikulum prototipe.

Kendati demikian, Disdikbud juga memperkenalkan kurikulum prototipe yang akan diterapkan pada tahun 2024.

Sekretaris Disdikbud Jateng, Suyanta mengaku dinasnya baru akan merencanakan sosialisasi terobosan Kemendikbud tersebut.

Tak cuma sosialisasi, ia menjelaskan kurikulum baru ini bertujuan untuk mendorong pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa.

“Kita akan sosialisasikan ini sudah ada bantuan dari pemerintah pusat. Sosialisasi masih dirancang bersama LPMP mengundang kepala dinas pendidikan kabupaten/kota dan kepala sekolah. Rencananya efektif berjalan pada tahun 2024, esiensinya dari kurikulum prototipe tentang karakter. Teknisnya, dalam pembelajaran siswa sebelum masuk ke materi inti ada pengembangan karakter,” kata Suyanta, Rabu (12/1/2022).

Ia mencotohkan, guru sebelum memberikan materi inti pada kurikulum diharuskan untuk memberikan pengembang karakter tentang problem solving yang ada di masyarakat.

Misalnya tanggapan siswa soal isu intoleran, kata dia, para siswa kemudian berdiskusi untuk menemukan kesimpulan yang dilontarkan oleh guru.

“Itu akan dibahas di pembelajaran bukan di luar pembelajaran. Salah satu ciri kurikulum yang baru. Ciri lainnya adalah kompetensi. Bagaimana siswa mampu mengembangkan kompetensinya, meskipun kurikulum dulu berdasarkan konteksnya akademik. Sedangkan yang haru konteksnya ke passion siswa,” ujarnya.

Adanya hal itu, Suyanta mengungkapkan selama ini para siswa setelah lulus SMP, kemudian ke jenjang SMA atau SMK untuk langsung mengambil jurusan. Padahal, menurutnya siswa seusia itu belum bisa menetukan kehidupan kedepannya. Oleh karena itu, kurikulum prototipe siswa bebas memilih pelajaran.

“Kurikulum baru, silahkan siswa mengambil kompetensinya apa. Karena anak usia itu belum menenentukan masa depannya saat ditentukan kompetisi di awal. Maka ini, siswa masih umum atau bisa lintas kompetensi. Sehingga siswa juga tahu passionnya dimana,” katanya.

Saat ditanya terkait bagaimana sekolah mengembangkan kurikulum baru itu, pihaknya siap melakukan pendampingan kepada sekolah yang akan menerapkan kurikulum prototipe.

“Kami akan terus mendampingi, bagaimana mengembangkan dan dilatih kepada sekolah. Siapa sekolah yang boleh berlatih kurikulum baru, semuanya boleh menerapkan. Tetapi yang wajib menerapkan kurikulum prototipe adalah SMA sekolah penggerak dan SMK PK (pusat keunggulan),” jelasnya.

Di sisi lain, Suyanta meminta kepada sekolah yang bukan penggerak untuk berlatih terkait kurikulum tersebut.

“Bukan penggerak silahkan berlatih di sekolah penggerak. Kami mendorong untuk sosialisasi. Jika terkait data sekolah penggerak yang menerapkan, saya enggak tahu persis datanya itu di bidang sekolahan,” paparnya. (Mushonifin)
Area lampiran

Baca Berita Lainnnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here