Dapat Hak Asimilasi, 56 Napi Lapas Semarang Lakukan Sujud Syukur

Para keluarga Napi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang saat akan menjemput keluarganya yang mendapat asimilasi, Rabu (6/7/2022). (Foto. Lapas Semarang)

Semarang (Sigijateng.id) – Sebanyak 56 narapidana warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang melakukan sujud syukur saat dibebaskan untuk menjalani hak masa asimilasi di rumah, Rabu (6/7/2022).

Kalapas Semarang, Tri Saptono Sambudji menjelaskan ke-56 narapidana warga binaan ini mendapat hak asimilasi dan dibebaskan setelah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai Permenkumham Nomor 43 Tahun 2021 yang merupakan perubahan kedua atas Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat bagi narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

“Kami ucapkan selamat bagi warga binaan yang mendapatkan hak asimilasi di rumah. Perlu diingat agar kalian (napi) dapat menjaga diri, menjaga kesehatan dan tetap di rumah saja,” himbau Tri Saptono.

“Hal yang tidak kalah penting adalah jangan berbuat tindakan yang melanggar hukum dan meresahkan di tengah tengah masyarakat dimasa pandemi pada saat ini,” sambungnya.

Program asimilasi itu hanya diberikan kepada narapidana kasus tindak pidana umum dan narapidana tindak pidana narkotika yang masa hukumannya dibawah lima tahun dan telah memenuhi persyaratan substantif dan administratif lainnya.

“Seperti berkelakuan baik, telah mengikuti program pembinaan dengan baik, telah menjalani setengah dari masa pidana dan perhitungan tinggal dua pertiga dari masa pidananya sampai 31 Desember 2022,” jelas Kalapas.

Selain itu asimilasi tidak diberikan kepada narapidana yang residivis, tidak dipidana lebih dari satu perkara, bukan kasus narkoba di atas lima tahun, korupsi, terorisme, pembunuhan, perampokan, kesusilaan, kejahatan terhadap keamanan negara, serta kejahatan hak asasi manusia.

Meskipun sudah memperoleh asimilasi rumah, mereka mempunyai kewajiban untuk tetap melakukan absensi secara rutin ke Balai Pemasyarakatan setempat wilayah narapidana menjalani program asimilasi di rumah.

Salah satu narapidana warga binaan Lapas Kelas 1 Semarang yang mendapatkan program asimilasi, Nuswan menyampaikan rasa syukur lantaran mendapatkan hak masa asimilasi.

“Alhamdulillah, sekarang sudah bisa berkumpul dengan keluarga. Dan alhamdulillah saya tidak dipungut biaya alias gratis,” ungkap Nuswan terpidana karena pelanggaran lalu lintas 1 tahun 10 bulan tersebut. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here