Dampak Revitalisasi Danau Rawa Pening, Digelar Pameran StoryTelling Selama Sebulan

SALATIGA (sigijateng.id) – Digelar pameran mixed media sebagai respon program revitalisasi danau Rawa Pening yang tengah dilakukan oleh pemerintah pusat. Pameran in dibuka pada hari Sabtu (24/11/2022).

Pameran bertajuk Rawa Pening masa gini digelar di tempat di Tanasurga resto & café,  bertujuan untuk memberi informasi pada masyarakat tentang situasi terkini di danau Rawa Pening dan masyarakat yang tinggal di daerah sekitar danau sebagai dampak langsung dari program ini, khususnya para pengrajin enceng gondok dan mereka yang tinggal di daerah Bawen, Tuntang, Ambarawa dan Banyubiru kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Danau Rawa Pening masuk dalam Danau Prioritas Nasional (DPN) karena oleh pemerintah kondisinya dianggap kritis dan program revitalisasi ini berfungsi untuk mengembalikan fungsi danau tersebut.

Terdapat empat story teller dari Salatiga: Candra Firmansyah, Lutfi Akhmad, Ratu Haiu Dianee, Tri Wahyu Prasetyo dan mahasiswa Universitas Islam Negeri Salatiga yang aktif di Lembaga Pers Mahasiswa Dinamika yang akan terlibat dalam pameran in.

Pameran dibuka pada tanggal 26 November 2022 pukul 19:00 WIB dan akan berlangsung sampai tanggal 26 Desember 2022.

Kerajinan tangan enceng gondok dari Bengok Craft, sebuah organisasi yang memberdayakan masyarakat dengan upcycling enceng gondok, juga akan dipamerkan. Candra Firmansyah adalah salah satu story teller yang akan memamerkan karyanya dan sekaligus curator pameran ini.

“Walaupun berbasis fotografi saya tidak membatasi medium untuk bercerita dengan foto saja. Jadi dalam pameran kali ini saya dan para pameris menggunakan mixed media (zine, lukisan, jurnal dan fotografi ) untuk menyampaikan kisah-kisah yang ada di Rawa Pening, terutama yang berhubungan dengan lingkungan. Saya berharap pameran ini bisa menjangkau audience lebih luas, agar tergerak dan lebih peka terhadap masalah masalah lingkungan di sekitarnya.” kata Candra.

Tansurga telah beberapa kali melakukan pameran seni dengan berkolaborasi dengan fotografer, artis lokal dan internasional, pameran terakhir berlangsung pada bulan Februari 2022 dengan tema Sustainable Living.

“Salah satu misi Tanasurga adalah memamerkan karya artis dan fotografer lokal dengan tema yang sesuai dengan dengan visi dan misi kami, salah satunya adalah mencintai lingkungan hidup.” kata Setyo Budi, Public Relations officer sekaligus owner Tanasurga.

“Kami ingin Tanasurga bisa menjadi hub diskusi dan kampanye lingkungan,”  tambahnya.

Selain bedah karya yang digelar pada saat pembukaan pameran, juga digelar diskusi tentang kerusakan lingkungan dan dampak yang ditimbulkan dari revitalisasi danau ini  pada Minggu, 27 November 2022.

Diskusi dihadiri oleh Firman Setyaji, Founder Bengok Craft, Titi Permata, aktivis lingkungan hidup dari Salatiga dan salah satu pengrajin enceng gondok. (asz)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here