Cegah Tindak Kekerasan di Lembaga Pendidikan, Kemenag Sosialisasikan Buku Pedoman Pesantren Ramah Anak

Ilustrasi. Foto : kemenag.go.id

Jakarta (Sigijateng.id) – Menjadi bagian dari tindakan pencegahan dan upaya preventif serta tindak lanjut atas sejumlah tindak kekerasan yang belakangan ini terjadi di lembaga pendidikan keagamaan termasuk pesantren.

Kementerian Agama (Kemenag) RI hingga saat ini telah melakukan sosialisasi buku Pedoman Pesantren Ramah Anak.

“Buku pedoman pesantren ramah anak tersebut telah disosialisasikan sejak Juli 2022 melalui ke kanwil/kemenag Kab/kota seluruh untuk diteruskan ke pesantren-pesantren di seluruh Indonesia,” kata Kepala Subdit Pendidikan Pondok Pesantren pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag, Basnang Said, Kamis,(22/09/2022).

“Juli-Agustus 2022, Direktorat pada Pontren sudah melakukan sosial kasasi secara daring berdasarkan zona (Jawa, Sumatera, kalimantan dan timur Indonesia). Akhir September 2022, selanjutnya kami akan masif kan sosialisasi yang akan menyasar ke seluruh pesantren,”imbuhnya.

Basnang mengatakan, seluruh kegiatan baik yang dilaksanakan oleh Direktorat PD Pontren maupun K/L seperti kegiatan kementerian PPPA, Direktorat, lanjutnya akan menyampaikan, mengulas isi buku dan membagikan buku PRA kepada undangan dan peserta.

“Untuk menguatkan buku pedoman ramah anak ini dari sisi regulasi, maka Dirjen pendidikan Islam sdh menetapkan sebagai keputusan Dirjen nomor 4836/20220 sebagai pedoman pesantren ramah anak,”terang dia.

Untuk informasi, buku pedoman pesantren ramah anak ini dibuat sebagai bentuk upaya perhatian Kementerian Agama, terkhusus Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, untuk meningkatkan kualitas dari pondok pesantren secara menyeluruh sesuai amanah Undang-Undang No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Dengan adanya buku ini, diharapkan bisa menjadi acuan seluruh pesantren di Indonesia untuk menjadi lembaga pendidikan yang ideal bagi tumbuh kembang anak, tidak ada kekerasan dan diskriminasi, bersih, sehat, hijau, inklusif, dan nyaman.

Sehingga santri-santri lulusan pesantren mendatang, akan menjadi generasi yang cerdas, religius, berakhlakul karimah, dan mampu menjawab tantangan era global. (Red)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here