CATAT!!! Inilah Niat Shalat Witir yang Dua Rekaat Ditambah Satu Rekaat

Abdul Somad menyampaikan soal niat Shalat Witir yang Dua Rekaat Ditambah Satu Rekaat. ( foto youtube)

SIGIJATENG.ID – Salah satu shalat sunnah yang dianjurkan adalah sholat sunnah witir.

Shalat sunnah ini adalah sebagai shalat penutup, jadi tidak ada lagi shalat sunah pada malam itu sampai terbit fajar masuk subuh.

Namun pada bulan Ramadhan, banyak umat Islam mengerjakan shalat sunnah witir setelah shalat tarawih. Kemudian, malamnya melakukan shalat sunah lagi, seperti tahajud.

Pertanyaannya yang sering muncul  bagaimana jika sudah shalat witir usai tarawih, kemudian malamnya melakukan shalat lagi, apakah perlu shalat witir lagi?

Dan bagaimana niat shalat witir yang pelaksanaanya adalah dua rekaat ditambah satu rekaat, sebagaimana banyak dilakukan di Indonesia?

Kebanyakan di Indonesia adalah melakukan shalat sunah witir tiga rekaat, yang pelaksanannya adalah 2 rekaat salam ditambah 1 rekaat salam.

Dan pada bulan Ramadhan ini, kebanyakan shalat witir juga dilakukan setelah shalat tarawih, dengan jumlah rekaat witir tiga rekaat, yang dilakukan dengan dua salam.  Yakni dua rekaat satu salam ditambah 1 rekaat 1 salam.

Menurut Ustadz Abdul Shomad yang dilansir sigijateng dari youtube ‘Wadah Ilmu’ teraplod 19 April 2021 menyatakan, shalat witir adalah shalat sunah dengan jumlah rekaat ganjil, mulai dari 1, 3, 5 7, 9 bahkan11 rekaat. Jadi paling sedikit 1 rekaat, paling banyak 11 rekaat. Namun kebanyakan di Indonesia tiga rekaat.

Witir itu artinya ganjil. Dan jika melakukan sholat witir tiga rekaat dengan dua salam, yakni dua rekaat salam ditambah satu rekaat salam, maka ada shalat genap, yakni dua rekaat. Lalu (shalat) yang dua rekaat itu namanya shalat apa?

“Sholat yang dua rekaat itu namanya sholat Shafa’, yang artinya genap. Wal-Fajr,  Wa layaalin ‘ashr, Wash shaf’i wal watr. Wash Shaf’I genap, wal watr ganjil,” terang  Abdul Somad.

Adapun untuk niat sholat yang dua rekaat itu adalah sebagai berikut:

Usholli sunnatasy syaf’I ma’al witri, rak’ataini  imaman lillahi taala (jika imam)

Usholli sunnatasy syaf’I ma’al witri, rak’ataini  makmuman lillahi taala (jika makmum)

Usholli sunnatasy syaf’I ma’al witri, rak’ataini  lillahi taala (jika sendirian)

Kemudian dilanjut dengan solat witir satu rekaat dengan niat sebagai berikut:

Usholli sunnatal witri rak’atan imaman lillahi taala (jika jadi imam)

Usholli sunnatal witri rak’atan makmuman lilhahi taala (jika jadi makmun)

Usholli sunnatal witri rak’atan lillahi taala (jika sendirian)

Abdul Somad menjelaskan, jika shalat witir dilakukan tiga rekaat satu salam, maka  tidak ada tasyahud (awal) pada rekaat kedua.  Tasyahud hanya ada di rekaat ketiga saja, yakni tasyahud akhir. “Ini agar ada bedanya antara shalat Ferdu (magrib) dengan sholat sunat (witir),” terangnya.

Adapun niat shalat witir tiga rekaat satu salam yakni:

Usholli sunnatal witri salasa rak’atan imaman lillahi taala (jika jadi imam)

Usholli sunnatal witri salasa rak’atan makmuman lilhahi taala (jika jadi makmun)

Usholli sunnatal witri salasa rak’atan lillahi taala (jika sendirian)

Soal waktu sholat witir,  Abdul Somad, sholat terakhir adalah sebagai penutup sholat pada malam itu. Bagusnya ya yang terakhir sebelum masuk waktu fajar. Namun seperti bulan Ramadhan ini, bagi yang sudah shalat witir setelah shalat tarawih, dan jika malamnya shalat sunah tahajud lagi, maka jangan lagi shalat witir lagi setelah tahajud.

“Kalau sholat witir lagi, nanti menjadi genap lagi jumlah rekaatnya. Karena itu, jika kamu ingin shalat tahajud pada malam hari, maka lebih baik tidak sholat witir setelah tarawih,” katanya. (aris)

SILAHKAH SIMAK DIBAWAH INI:

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here