Bupati Fadia Arafiq Usulkan Tradisi Selamatan Giling PG Sragi Jadi Event Wisata Khusus

Bupati Fadia Arafiq saat hadir pada acara Selamatan Giling di Pabrik Gula Sragi, Selasa (17/5/2022). (Foto. Dudi/sigijateng.id)

Kajen (Sigijateng.id) – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM mengusulkan agar acara Selamatan Giling Tebu di Pabrik Gula Sragi bisa dijadikan wisata khusus.

“Selamatan Giling ini unik dan sangat bagus. Mungkin bisa menjadi wisata khusus untuk lebih dikembangkan. Sehingga mungkin tahun depan, kalau mau ada selamatan giling, bisa lebih meriah lagi,” kata Bupati Fadia Arafiq pada acara Selamatan Giling di Pabrik Gula Sragi, Selasa (17/5/2022).

“Ini adalah sesuatu yang baik dan unik, oleh karena itu perlu kita lestarikan. Kalau untuk orang kota, ini adalah sesuatu yang unik dan harus kita lihat. Sangat bagus sekali,” sambungnya.

Bupati Fadia menyatakan membuka pintu yang seluas-luasnya kepada pihak PG Sragi untuk berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Pemkab Pekalongan.

“Saya minta kepada PG Sragi untuk tidak segan-segan berkoordinasi dengan kami, apa pun itu, bagaimana cara peningkatan kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Pekalongan, kesejahteraan karyawan,” terangnya.

“Saya sengaja hadir di sini adalah bukti support saya terhadap PG Sragi dan petani tebu Kabupaten Pekalongan,” imbuh Bupati Fadia.

Terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan Dan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Ir. M. Bambang Irianto, M.Si mengatakan, pihaknya mendukung gagasan Bupati Pekalongan untuk menjadikan selamatan giling PG Sragi menjadi event pariwisata Kabupaten Pekalongan.

“Untuk menjadikan Pesta Giling Tebu ini menjadi wisata tahunan di Kabupaten Pekalongan, pemkab akan melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan PG Sragi,” kata Bambang Irianto.

Menurutnya, Selamatan Giling perlu diangkat menjadi salah satu event pariwisata di Kabupaten Pekalongan. Sebab selain sebagai ritual selamatan memulai pesta giling tebu, acara ini sebagai atraksi wisata yang mampu menarik wisatawan dalam dan luar daerah.

Lebih lanjut ia menjelaskan mengenai Selamatan Giling antara lain digelar prosesi “Temanten Tebu” atau pernikahan tebu di Pabrik Gula Sragi. Yang menjadi pertanda awal datangnya musim giling atau musim panen tebu. “Tradisi ini sudah berjalan sejak ratusan tahun silam,” tuturnya.

Prosesi Temanten Tebu diawali dengan arak-arakan dua batang tebu. Pasangan tebu ini melambangkan sepasang pengantin. Kedua batang tebu ini sebagai simbol tolak bala. Tradisi Selamatan Giling PG Sragi digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen tebu.

Selain menyuguhkan atraksi yang sarat makna budaya, prosesi temanten tebu juga menjadi sarana hiburan dan wisata masyarakat.

“Selamatan Giling Tebu ini juga bisa menjadi media untuk mempererat tali silaturahmi atau kekerabatan sosial para petani tebu dengan karyawan serta manajemen PG Sragi, termasuk dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat,” tandasnya. (Dudi)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here