Biadab, Tiga Remaja di Magelang Perkosa Seorang Gadis Secara Bergiliran Beberapa Hari

Kapolres Magelang, AKBP Mochammad Sajarod, didampingi Kasatreskrim Magelang AKP M. Alfan Armin dan Kasi Humas AKP Abdul Muthohir memberikan keterangan pers kasus pemerkosaan santriwati di Magelang, Jum'at (14/1/2022). (Foto. Dok. Humas Polda)

MAGELANG (Sigi Jateng) – Polres Magelang melakukan jumpa pers atas kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa seorang santriwati salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Magelang Jawa Tengah dengan tersangka 3 orang pelaku.

Konferensi pers dilaksanakan di loby Mapolres Magelang dan dipimpin langsung oleh Kapolres Magelang, AKBP Mochammad Sajarod, didampingi Kasatreskrim Magelang AKP M. Alfan Armin dan Kasi Humas AKP Abdul Muthohir.

Kasus dugaan pemerkosaan terjadi pada Minggu, 2 Januari 2022 sampai dengan Rabu, 5 Januari 2022 di rumah tersangka NI di Desa Wonoroto Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang.

“Modus para tersangka mengajak korban untuk bermalam, kemudian mencekoki korban dengan miras dan menyetubuhi korban sambil memberikan ancaman serta mengikat korban dengan tali,” kata Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod, S.H., SIK dalam Konferensi Pers di Polres Magelang, Jumat (14/1/2022).

“Tiga tersangka yakni berinisial PA, NI dan seorang pelajar berusia 15 tahun yang beralamat di Kabupaten Magelang. Untuk korban seorang santriwati salah satu Ponpes di Kabupaten Magelang berinisial ADP yang berusia 19 tahun dengan alamat Kecamatan Sendang Agung Kabupaten Lampung Tengah,” jelas Kapolres Magelang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pada hari Minggu, 2 Januari 2022 sekira pukul 12.00 WIB, Korban dan tersangka PA janjian bertemu di lampu merah Bandongan, kemudian menuju ke rumah tersangka NI dan bermalam disana.

Saat di rumah tersangka NI tersebut, korban dicekoki Miras oleh para para tersangka hingga mabuk, kemudian korban tidur di dalam kamar.

Pada hari Senin, 3 Januari 2022 sekira pukul 12.00 WIB. Tersangka NI masuk ke dalam kamar yang ditempati korban, kemudian Tersangka NI mensetubuhi korban sambil mengancam akan dibunuh jika tidak mau.
Masih pada hari Senin, 3 Januari 2022 sekira pukul 15.00 WIB, tersangka PA juga mensetubuhi korban sambil mengancam apabila tidak mau akan dipukul. Masih di hari yang sama sekira pukul 19.30 WIB, tersangka satunya juga mensetubuhi korban sambil mengikat korban dengan tali rafia.

Perbuatan tersebut terus dilakukan oleh para tersangka sampai dengan tanggal 5 Januari 2022.

Kasus ini terungkap karena keluarga korban mengetahui korban pergi dari Ponpes, keluarga korban berusaha mencari tersangka PA, kemudian keluarga korban meminta tolong perangkat desa tempat tinggal tersangka PA, kemudian pada hari Kamis, 6 Januari 2022 warga mengamankan korban serta tersangka PA dan tersangka NR, lalu dibawa ke rumah perangkat desa.

Selanjutnya para tersangka dibawa ke Polres untuk diperiksa lebih lanjut, sedangkan korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Polres Magelang menyita barang bukti diantaranya pakaian milik para tersangka, pakaian milik korban, satu buah tikar, satu utas tali rafia, botol miras merk Vodka Mansion House kosong, 1 buah gelas, 1 buah handphone milik tersangka PA dan 1 buah handphone milik korban.

Para tersangka disangka dengan pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. Dan tentu peristiwa tidak layak untuk dilakukan atau ditiru. Perbuatan in termasuk dosa besar. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here