Berulah Lagi Kasus Narkoba, Residivis Yang Pernah Ditangkap Bareng Artis Ini Kembali Ditangkap Petugas

Pengungkapan Kasus Narkotika Jenis Sabu dan Ganja Melibatkan Pekerja dan Pengelola Tempat Hiburan Malam di Kab. Pekalongan dan Pemalang Foto: jateng.bnn.go.id

Semarang (Sigijateng.id) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menangkap tiga orang dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Salah satunya berinisial AW, residivis yang disebut pernah ditangkap bersama artis.

Kabid Berantas BNNP Jateng Kombes Arief Dimyati mengatakan awalnya BNN Kabupaten Batang menangkap pria berinisial IH (21) warga Banjarnegara pada 28 November.

“Membawa narkotika golongan I jenis sabu seberat 2,666 gram dan ganja seberat 0,551 gram di dalam tasnya. IH bekerja sebagai karyawan di MU Karaoke di Kabupaten Pemalang,” kata Arief, Senin (5/12/2022).

Dari keterangan IH, petugas BNN kemudian menangkap pria berinisial BK, seorang Disc Jockey (DJ) di Kabupaten Pekalongan. Tersangka BK yang mengantar narkoba ke IH. “Yang berperan memberikan narkotika jenis sabu kepada IH,” ujarnya.

Penyelidikan terus berlangsung hingga akhirnya ditangkap pengirim narkoba yaitu pria berinisial AW di rumahnya, Pemalang. AW disebut pernah ditangkap bersama artis Vitalia Sesha.

“AW pernah ditangkap Polres Jakarta Barat dalam kasus serupa bersama artis Vitalia Sesha dan telah menjalani hukuman selama 1 tahun 8 bulan penjara. AW merupakan pengelola dua karaoke,” jelas Arief.

“IH diperintah AW untuk membeli narkotika jenis sabu dengan memberi uang melalui transfer sebesar Rp 5 juta,” imbuhnya.

Penyelidikan hingga kini masih dilakukan dan para tersangka untuk sementara masih berstatus sebagai pemakai. Belum ada informasi apakah mereka pengedar narkoba. “Dapat keterangan barang dikonsumsi sendiri. Tetap kita perdalam,” tegasnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Arief juga menjelaskan pihaknya meminta pemerintah daerah menutup operasional tempat hiburan yang terdapat kegiatan peredaran narkoba.

“BNNP Jawa Tengah akan melakukan pengawasan operasional tempat hiburan malam di wilayah Jawa Tengah. Jika terdapat peredaran narkotika di tempat hiburan malam, maka BNNP Jawa Tengah akan mengusulkan kepada kepala daerah setempat untuk melakukan penutupan operasional terhadap tempat tersebut sebagai komitmen bersama menciptakan lingkungan yang bersih dari peredaran gelap narkotika,” pungkas Arief. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here