Bercandaan di Bawah Ini Termasuk Bullying, Anda Berhak Marah Jika Merasa Tersinggung

Ilustrasi. (foto freepik)

SIGIJATENG.ID – Bullying merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.

Bullying bukan hanya melalui sikap tapi juga melalui kata-kata yang dilontarkan dari pelaku bullying kepada korban bullying. Kedua hal tersebut biasa loh kita jumpai saat bercanda, apa saja bercandaan yang termasuk bullying?

Kata-kata yang menyinggung SARA. Suku, ras, agama dan antargolongan menjadi isu sensitif sejak dahulu, contoh kata-kata yang menyinggung SARA misalnya “Pantesan pelit, orang Cina sih.” Jadi walaupun terkesan bercanda, mungkin saja perkataan tersebut akan membuat orang yang mendengarnya merasa sakit hati walau tidak tampak.

Yang kedua, menghina fisik. Fisik juga persoalan sensitive dan bercanda soal fisik jelas tidak asik, contohnya “Udah pendek, item, keriting, hidup lagi.”

Ketiga, menyindir berat badan juga termasuk, kita mungkin tidak tahu bagaimana dia berusaha untuk menurunkan berat badan. Kata-kata yang termasuk menyindir berat badan misalnya “Itu badan apa tong keras diet untuk menurun sih? Bulet bener-” bisa saja itu membuatnya stres dan tertekan.

Yang sulit dikenali adalah pelecehan berkedok pujian. Pelecehan bukan hanya terjadi dengan catcalling atau kalimat tidak senonoh lain, pujian terkadang juga perlu diwaspadai. Contohnya “Cewek.. Cantik amat sih..” hal itu merupakan bullying verbal yang terkesan melecehkan.

Selanjutnya, menyindir kesalahan di muka umum. Orang yang ditegur akan merasa dipojokkan dan dihakimi tanpa bisa membela diri. Contohnya “Bilang donk kalo telat. Daripada nungguin, bisa nyari pacar dulu kali.” Anda bisa menyampaikan dengan kata-kata yang lebih halus dan bukan di tempat umum.

Bentuk bullying yang lain ialah menghina kemampuan, apa yang mudah bagi anda, belum tentu mudah bagi orang lain, contohnya “Ya elah gitu aja nggak kita, belum tentu bisa. Batik aja jadi anak mudah untuk orang Lain. TK sana!”

Hanya karena seseorang berpenampilan tidak sesuai dengna yang biasa kita lihat, bukan berarti kita pantas menanyakan hal semacam ini, “Masa’ sih cewek? Kok seperti laki-laki, rambutnya pendek.” Itu termasuk dengan meragukan gender.

Toyor-toyor kepala atau jokes fisik Lainnya. Seremeh apapun, itu tetap kurang sopan. Bullying adalah manifestasi dari konsep diri yang negatif. Pelaku biasanya ingin dihormati namun merasa tidak memiliki kompetensi atau kelebihan, sehingga mengintimidasi orang lain baik fisik maupun emosional.

Bullying itu berbeda dari bercanda karena bullying memberi rasa tidak nyaman, merendahkan, menghina, memojokkan dan hanya memuaskan satu pihak saja, bahkan dilakukan berulang kali kepada orang yang sama.

Karena bullying bisa tersembunyi dalam bentuk canda, kita harus mulai memikirkan setiap laku yang kita punya. Sesuatu yang kita anggap lucu belum tentu Lucu juga untuk orang Lain.

Bukan karena orang yang dibercandai itu baperan atau kurang selow, tapi memang persepsi masing-masing orang berbeda. Menjaga perasaan orang lain toh nggak ada salahnya.

(akhida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here