Awas! Zina Termasuk Dosa Besar, Begini Cara Taubatnya Menurut Buya Yahya

Buya Yaha (foto screnshoot yotube)

SIGIJATENG.ID –  Zina adalah salah satu dosa besar. Zina adalah hubungan seks antara lelaki dan perempuan yang bukan suami istri sah.

Banyak yang tahu, Zina adalah dosa besar, namun masih banyak manusia yang terjerambab melakukan zina ini. Bahkan, ada yang malah bangga, dengan menceritakan kepada orang lain, kalau telah melakukukan zina. Na’udzubillahi mandzlik.

Zina termasuk dosa besar, sampai ada yang orang berpendapat bahwa perbuatan zina tidak akan diampuni oleh Allah SWT selama 40 tahun. Benarkah demikian?

Atas hal ini, berikut penjelasan Buya Yahya.

Sigijateng Jateng melasir dari video yang diunggah di YouTube Al-Bahjah TV pada 3 Agustus 2019.

Buya Yahya menejaslakn hal ini, berawal dari adanya pertanyaan Jemaah, apakah doa orang berzina tidak diampuni dosanya selama 40 tahun.

Buya Yahya mengungkapkan dosa zina adalah dosa yang tidak mudah untuk dihapus.

Meski demikian, hal itu bukan berarti Allah Maha Pengampun tidak memberikan ampunan kepada orang yang pernah berzina.

“Zina adalah dosa besar dan kehinaan, zina adalah hina di diri dan keluarga. Semua dosa, begitu mudahnya dihapus kecuali zina,” terang Buya Yahya dalma pejelasannya.

Buya Yahya menegaskan tidaklah benar dosa zina tidak diampuni selama 40 tahun.

Diterangkan Buya Yahya, Allah SWT akan langsung mengampuni dosa orang yang berzina jika mereka bertaubat secara sungguh-sungguh.

Dengan kata lain, tak perlu menunggu selama 40 tahun agar dosanya diampuni.

“Tidak benar kalau orang berzina tidak diampuni dosanya 40 tahun. Jika dia berzina lalu taubat langsung diampuni oleh Allah, asalkan dia taubat, menangis, taubat yang sesungguhnya,” tegas Buya Yahya.

Namun sebaliknya, dosa zina tak akan diampuni jika pezina tersebut masih menyimpan dan mengingat hal-hal yang berhubungan dengan perbuatan zinanya di masa lalu.

“Yang menjadi masalah adalah bohong taubatnya, sudah taubat masih menyimpan hadiah orang yang zina, sudah taubat masih menyimpan foto orang yang zina, pembohong itu, tidak akan diampuni oleh Allah,” pungkasnya.

Berikut video lengkapnya: klik ini >>> https://youtu.be/WHUcmIwxQ3I

Profil Buya Yahya

Buya Yahya memiliki nama asli Yahya Zainul Ma’arif Jamzuri, Lc., M.A., Ph.D.  Buaya Yahya lahir  di Blitar Rabu Legi tanggal 16 Rojab tahun 1393 Hijriyah atau 10 Agustus 1973 Masehi.

Saat ini Buya Yahya bertempat tinggal di lingkungan Lembaga Pengembangan Da’wah (LPD) Al-Bahjah Kel. Sendang Kec.Sumber Kab. Cirebon, Jawa Barat.. Dia pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon.

Riwayat Pendidikan Non-Formal Buya Yahya, antara lain : Belajar di Madrasah Diniah Al-Falah di Blitar selama 8 tahun di bawah asuhan Al-Murobbi KH. Imron Mahbub.

Belajar Al-Qur’an di Blitar kepada Kyai Muhammad Ruba’i Marzuqi, murid dari KH.  M. Arwani Kudus.

Belajar di ponpes Darullughoh Wadda’wah Bangil – Pasuruan selama 8 tahun di bawah asuhan Al-Murobbi Al-Habib Hasan Bin Ahmad Baharun

Belajar 9 (sembilan) tahun di Hadhramaut kepada para ulama di Tarim dan Mukalla – Hadhramaut-Yaman di bawah asuhan Al-Murobbi Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun dan Al-Murobbi Al-Habib Idrus bin Umar Al-Kaf

Untuk Pendidikan Formal antara lain: SD – SMP diselesaikan di tempat kelahirannya,

SMA diselesaikan di Pondok Pesantren Darullughoh Wadda’wah di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Kemudian melanjutkan pendidikan S1 dan S2 di Universitas Al-Ahgaf, Hadramaut, Yaman

Kemudian menyelesaikan program Ph.D di American University for Human Sciences California, Amerika Serikat. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here