Atasi Sampah Organik, KKN MMK 37 UIN Walisongo di Wonosobo Beri Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme

Tim kkn mmk kelompok 37 pelatihan pembuatan Eco Enzyme dari sampah organik untuk kelompok tani Desa Pulosaren, Kepil Wonosobo. ( foto tim KKN)

WONOSOBO (sigijateng.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Misi Khusus (KKN MMK) Kelompok 37 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang menggelar pelatihan Eco-Enzyme dengan tema “Pemanfaatan Bahan Organik Sebagai Pupuk Eco Enzyme” dengan peserta bapak-bapak gabungan kelompok tani (GAPOKTAN) di Desa Pulosaren, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Kamis (28/7).

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah organik rumah tangga, seperti kulit buah dan kulit sayuran yang dicampurkan gula merah yang difermentasi menjadi Eco Enzyme. Eco Enzyme adalah cairan alami serbaguna dari hasil fermentasi dari gula, limbah kulit buah atau sayuran dan juga air.

“Sampah organik menjadi salah satu problematika Desa Pulosaren yang belum mempunyai sarana prasarana tempat pengolahan sampah organic, serta banyak membeli pupuk kimia dalam pengolahan hasil pertaniannya”, ungkap Susanto selaku ketua GAPOKTAN.

Dalam pelatihan ini, Tim KKN MMK 37 didampingi oleh Siti Nazilatul Amanah sekaligus sebagai pemateri pada pelatihan Eco Enzyme. Pelatihan Eco Enzyme ini diikuti oleh beberapa perangkat desa dan anggota kelompok tani Desa Pulosaren. Semua menyambut baik niat dari Kelompok 37 KKN MMK, apalagi setelah mengetahui berbagai manfaat yang dihasilkan dari Eco Enzyme warga aktif bertanya untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana pembuatan dan kegunaan lainnya.

Manfaat yang dihasilkan dari cairan Eco Enzyme sendiri antara lain, sebagai pupuk organik, pengharum ruangan, penjernih udara, pembersih dapur dan toilet, cairan pencuci piring, pembersih serangga, pestisida, pembersih lantai, merangsang nafsu makan ikan, hingga untuk menyembuhkan luka-luka.

“Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dalam pengolahan sampah organik menjadi produk yang bermanfaat serta sebagai upaya untuk pengendalian pencemaran lingkungan, dan mengasah potensi warga Desa Pulosaren,” kata Nazil. (dian-timkknuin/asz)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here