Anggota Komisi IV DPR RI Firman Subagyo Ajak Petani Gunakan Pupuk Organik

Anggota Komisi IV DPR, Firman Subagyo saat berkunjung ke Blora, Selasa (26/7/2022) (foto:agung/sigijateng)

BLORA (sigijateng.id) – Dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional. Anggota Komisi IV DPR, Firman Subagyo menyarankan agar para petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mulai menerapkan penggunaan pupuk organik, dengan alasan penggunaan pupuk kimia bisa berpengaruh terhadap produksi hasil pertanian nasional.

“Untuk itu kita harus melakukan gerakan menggunakan Pupuk Organik dalam rangka memperbaiki unsur kesuburan lahan dan meningkatkan produksi nasional,” ujar Politikus Golkar, Selasa (26/7/2022).

Sekarang ini, menurut Firman banyak lahan pertanian dalam negeri tidak produktif, karena pupuknya itu berlebihan menggunakan pupuk kimia atau pupuk urea.

Oleh karenanya, pupuk subsidi itu jangan dikonsentrasikan hanya pupuk urea tapi juga pupuk organik sumbernya dari produk masyarakat hasilnya jaih lebih baik dan jangan bersumber dari BUMN saja, tetapi juga pupuk organik produksi masyarakat sudah dikeluarkan sertifikasinya oleh pemerintah.

“Ini bentuk kehadiran negara karena pupuk organik ini akan bisa mengobati lahan-lahan petani yg sudah sakit akibat menggunakan pupuk kimia yg berlebihan dan itu dapat diperbaiki dengan menggunakan pupuk organik. Sehingga dengan pupuk organik bisa memulihkan kesuburan lahan dan dapat meningkatkan produksi pangan nasional kita,” urainya.

Firman juga mengatakan sejak tahun 2009 sudah terus menerus menyuarakan pentingnya swasembada pangan untuk menuju kedaulatan pangan nasional dan ketika itu ia juga mendorong agar segera badan pangan nasional segera dibentuk untuk mempersiapkan dan kemungkinan terjadinya krisis pangan tersebut.

Hal tersebut karena sudah selalu di warning oleh lembaga-lembaga internasional seperti PBB, FAO telah merilis diperkirakan, populasi penduduk dunia akan terjadi kenaikan cukup tajam di tahun 2050 diperkirakan akan mencapai angka 9,7 miliar penduduk dunia sedangkan, Indonesia di tahun 2030 rilis Bappenas diperkirakan penduduk Indonesia akan naik menjadi 300 juta penduduk.

“Artinya akan ada kenaikan dua kebutuhan besar yaitu energi dan pangan akan mengalami kenaikan signifikan, oleh karena itu kalau kita tidak bersandar kepada pangan pokok produksi nasional dan kita tidak melakukan diversifikasi pangan sesuai imbauan presiden. Di Samping itu kita harus juga melakukan subtitusi pangan,” tukas dia.

Selain itu, Firman Subagyo juga mengajak semua pihak untuk melakukan substitusi pangan dengan beralih dari ketergantungan impor gandum yang kini mulai terdampak krisis global akibat anomali cuaca dan perang Rusia vs Ukraina.

Menurutnya, penggunaan tepung singkong atau mocaf sebagai pengganti ketergantungan gandum dapat menjadi pilihan yang tepat saat ini.

“Kalau tidak dilakukan maka kita akan terjebak dalam ketergantungan bahan baku impor itu beresiko tinggi dengan harga semakin tidak bisa terkendali. Disamping pemerintah juga harus mulai melakukan evaluasi terhadap produksi pertanian tutur,” kata Firman. (Agung)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here