Aan Rochayanto Bantah Gelapkan Tanah Tersangka KPR Bank Jateng

Aan Rochayanto, Rabu (19/1/2022) (foto:agung/sigijateng)

BLORA (Sigi Jateng) – Aan Rochayanto yang namanya disebut sebagai terlapor di Mabes Polri, mengklarifikasi kebenaran persoalan itu, kepada sejumlah wartawan di Blora.

Aan mengatakan bahwa laporan Obet itu adalah persoalan lama, yakni sudah selesai di 2021 kemarin. Ia mengaku sudah dipanggil Mabes Polri untuk dimintai keterangan, bahkan sudah dilakukan konfrontasi antara dirinya, Obet dan Notaris.

“Pada kesempatan ini saya akan menjawab pernyataan saudara Ubaydillah Rouf mengenai pelaporan dugaan penggelapan atas tanah di Blora, yang terlapor saya sendiri Aan Rochayanto dan Agusteen Janet Kirana Parapak,” kata Aan saat mengelar jumpa pers, Selasa (19/1/2022) kemarin.

“Saya bisa menjelaskan pelaporan ini terjadi pada tahun 2021 di Bareskrim tindak pidana ekonomi khusus. Kasus ini sudah ditangani dan sudah selesai. Kami juga sudah dilakukan pemanggilan, dimintai keterangan, serta digelar konfrontasi antara saya, Notaris dan saudara Ubaydillah Rouf. Permasalahan sudah selesai, kami Syah sebagai pemilik dari tanah karena kami memiliki sertifikat asli yang sudah dibalik nama di BPN, mempunyai akta jual beli untuk dasar balik nama di BPN, ” jelasnya.

Menurut Aan pihaknya juga sudah membayar kewajiban kepada negara, membayar pajak penjual maupun pembeli, dan proses tersebut dilakukan dari Notaris yang sama.

“Jadi apabila ada pertanyaan Ubaydillah Rouf mengenai penyerobotan atau pengambilan paksa, kelihatanya kami tidak melakukan hal yang melanggar aturan hukum. Yang kedua saya juga menyampaikan kepada saudara saudara saya yang menjadi korban pembelian perumahan, saya juga berharap untuk bisa berkomunikasi mencari jalan keluar, sehingga kita sama sama korban bisa mencari jalan terbaik secara kekeluargaan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, selain melaporkan Rudatin Pamungkas, Obet juga melaporkan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam permasalahan tersebut.

“Pertama, Rudatin Pamungkas, kedua, PT yang menikmati itu, terus yang ketiga yang membuat sertifikat,” kata Obet.

Tak hanya melapor ke Polres Blora, Obet juga telah membuat laporan ke Bareskrim Polri terkait dugaan Penggelapan sebagaimana dalam Pasal 372 KUHP dengan terlapor bernama Aan Rochayanto dan Augusteen Janet Kirana Parapak.

“Ternyata ada persoalan juga bahwa sertifikat saya yang di bank itu ternyata diambil oleh seseorang, dan setelah saya tanyakan ke notaris ternyata diambil oleh seseorang dan itu saya laporkan ke Bareskrim juga,” terang dia.

Akibat permasalahan yang sedang terjadi ini, Obet mengaku mengalami banyak kerugian baik secara materiil ataupun imateril.

“kerugian materiil jelas uang tidak kembali, aset menjadi jaminan, bahkan disita oleh bank, kemudian imateril saya diuber-uber sama beberapa pembeli atau konsumen yang sertifikatnya ikut terbawa oleh seseorang,” jelas dia.

“Saya selama ini memang menunggu solusi ternyata tidak ada solusi dan faktanya ternyata saya sekarang menjadi tersangka,” imbuh dia.

Sekadar diketahui, Ubaydillah Rouf diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi dalam penyaluran kredit rekening koran (revolving credit), kredit kepemilikan rumah (KPR), dan kredit proyek Bank Jateng Cabang Blora tahun 2018 sampai 2019.

Kini Ubaydillah Rouf sudah ditahan oleh Bareskrim Polri bersama tersangka lainya usai membuat laporan ke Polres Blora beberapa hari yang lalu. (Agung)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here