Warga Timbulsloko Sayung Tinggikan Pemakaman Yang Terkena Abrasi, Sempat Kesulitan Mendatangkan Ekskavator

Warga Timbulsloko yang terkena abrasi sedang berusaha membuat jalur untuk mendatangkan ekskavator guna melakukan peninggian kompleks pemakaman. (Dok.)

DEMAK (Sigi Jateng) – Warga Dukuh Timbulsloko, Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak terus berusaha mempertahankan makam leluhur yang sudah tenggelam akibat dampak abrasi.

Masnu’ah, koordinator warga dukuh Timbulsloko mengatakan, semenjak satu tahun terakhir warga tak henti-hentinya melakukan swadaya secara terus menerus dengan melakukan gotong royong agar tetap bisa hidup, bertahan dan beradaptasi dalam genangan air laut yang melanda perkampungan mereka, akibat dari dampak abrasi yang semakin meluas dan parahnya lagi sampai menenggelamkan perkampungan tempat mereka tinggal.

Kompleks pemakaman Dukuh Timbulsloko yang terkena abrasi. (Dok.) 

Swadaya yang telah dilakukan warga di antara lain meninggikan rumah dengan cara membuat rumah panggung, membuat akses jalan berupa titian layaknya jembatan yang terbuat dari material kayu, dan juga mempertahankan makam leluhur yang juga tenggelam dengan menaikkan permukaan tanah makam dengan cara menguruk dengan tanah sekitar

“Warga mengawali peninggian tanah pemakaman ini dengan mulai melakukan persiapan membuat patok kayu sebagai penanda dari masing-masing makam leluhur yang telah dimakamkan di lokasi pemakaman tersebut,” ujar Masnu’ah, Selasa (28/9/2021).

Pengurugan areal pemakaman ini difasilitasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (Dinputaru) Kabupaten Demak dengan menggunakan excavator.

“Program pengurugan ini adalah sebagai tindak lanjut dari hasil audiensi antara warga dengan dinas-dinas terkait yang dilakukan di Kantor DPRD Kabupaten Demak beberapa waktu lalu yang di dampingi Tim Solidaritas Kemanusiaan,” tambah Masnu’ah.

Koordinator pengurugan, Ashar menceritakan akibat kesulitan akses alat berat masuk titik pekerjaan pengurugan areal pemakaman Dukuh Timbulsloko maka excavator masuk ke lokasi melalui pantai Desa Morodemak Kecamatan Bonang.

“Setelah warga menunggu waktu yang lama, alat berat dari PU sudah mulai masuk lokasi dari arah Pantai Morodemak mulai dari pukul 05.30 WIB sampai ke lokasi makam Timbulsloko siang hari pukul 14.00 WIB dan langsung dilakukan pengurukan makam,” ungkap Ashar.

“Sebenarnya warga sudah sangat menunggu dan berharap adanya pengerukan makam ini,” tuturnya.

Kedepannya, Ashar menambahkan, pemerintah kabupaten dan provinsi juga akan memikirkan rumah dan akses kampung yang layak agar warga bisa hidup lebih baik lagi.

“Selain warga sudah terus menerus melakukan swadaya, warga juga butuh bekerja untuk mencari nafkah keluarga , jadi kami mohon pemerintah segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi persoalan Timbulsloko,” pungkas Ashar. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here