Warga di Boyolali Kesulitan Cari Rumput Pakan Ternak, Dampak Hujan Abu Vulkanik Erupsi Merapi

Warga di Boyolali mencari rumput untuk pakan ternak. Sebelum diberikan ke ternak, rumput pun harus dicuci karena penuh abu vulkanik Gunung Merapi, Kamis (28/1/2021). (Foto:detikcom)

Boyolali (Sigi Jateng) – Warga di wilayah Boyolali, kesulitan mencari pakan untuk ternaknya. Sebab, rumput maupun dedaunan lainnya dipenuhi abu vulkanik erupsi Gunung Merapi yang terjadi kemarin.

Rentetan awan panas guguran Gunung Merapi pada Rabu (27/1) kemarin pagi hingga malam, telah berdampak hujan abu di sejumlah wilayah di Boyolali. Antara lain di Kecamatan Tamansari, Musuk dan Cepogo. Dari hujan abu tipis hingga tebal. Bahkan, sebagian hujan abu bercampur dengan pasir halus.

Hal itu diungkapkan Selam (54) warga Dukuh Gondang, Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Boyolali. Ia mengatakan jika hujan abu Gunung Merapi di Boyolali berdampak pada kebutuhan pakan ternak. Sebab rumput maupun dedaunan lain dipenuhi abu vulkanik erupsi Gunung Merapi.

“Dari kemarin sore itu di kawasan Desa Cluntang sebagian yang sisi barat (atas) itu terjadi hujan abu dan ini sangat tebal sekali termasuknya. Masyarakat di sini kesulitan mencari pakan ternak. Selain itu juga kesulitan air bersih untuk saat ini,” ujarnya, Kamis (28/1/2021).

Selam mengungkapkan, hujan abu cukup tebal khususnya di daerah-daerah atas di lereng Gunung Merapi sisi timur. Seperti di Dukuh Sudimoro dan Beling, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari. Lalu di Desa Cluntang bagian barat atau atas mulai dari Dukuh Garon, Gondang, Tutup dan Jelok, hujan abu juga terpantau cukup tebal.

“Hari Rabu pagi (kemarin) sudah hujan abu di sini, tapi belum terlalu tebal. Tebalnya tadi malam (Rabu malam) sekitar jam 10-an (22.00 WIB). Hujan abu tebal, malam itu hujan abu memang kembali mengguyur sejumlah wilayah di lereng Gunung Merapi sisi timur,” bebernya.

“Hujan abu vulkanik disertai dengan hujan air. Sehingga tebalnya abu vulkanik lengket dan banyak yang menempel,” sambungnya.

Menurutnya, bagi yang punya uang warga bisa membeli rumput yang tidak terkena hujan abu. Tetapi yang tidak punya uang, terpaksa menggunakan rumput yang ada. Sebelum memangkas rumput, warga harus mengibas-ngibaskan rumput agar abunya rontok dan berkurang.

“Sebelum diberikan ke ternak ya harus dicuci dulu, karena rumputnya kotor banyak abunya,” tandasnya.

Sementara itu, PMI Boyolali mendistribusikan masker kepada warga yang terdampak aktivitas Gunung Merapi. Kasi Logistik PMI Boyolali, Teguh Widodo, mengatakan sejauh ini telah mendistribusikan masker ke wilayah terdampak hujan abu Merapi sekitar 8.000 potong.

“Ke wilayah Kecamatan Selo, Cepogo, Musuk dan Tamansari. Kami sudah mendistribusikan masker sekitar 8.000 pcs. Kita serahkan kepada tim SIBAT masing-masing desa,” jelasnya. (dye)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here