Walikota Semarang Pastikan Dugderan Sambut Ramadhan 1442 H Digelar

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. (Dok.)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, memastikan perayaan penyambutan bulan Ramadhan di Kota Semarang, atau dikenal dengan Dugderan tetap diadakan walaupun masih dalam masa pandemi covid-19. Pesta Dugderan tahun ini akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.

Pria yang akrab disapa Hendi itu mengatakan bahwa dugderan yang sudah beratus tahun menjadi tradisi warga Semarang tak boleh dihilangkan, tapi acaranya harus menyesuaikan aturan pemerintah mengenai covid-19.

“Dugderan prosesnya tetap harus berjalan, karena ini tradisi ya kita nggak akan melupakan. Hanya saja modelnya harus kita ringkes supaya tidak melibatkan banyak orang, satu misalnya arak-arakannya nggak perlu, tapi tetap pusat perayaannya ada di Masjid Kauman menemui para yai (para kyai, jawa.red) supaya menyampaikan bahwa sebentar lagi tiba bulan Ramadhan, itu esensinya,” ujar Hendi pada Senin (22/3/2021).

Hendi mengatakan jika acara dugderan berada di dalam ruangan maka kapasitasnya harus tidak lebih dari 100 orang.

“Kalau untuk dugderan di Balaikota semisal ada nanti tetap perencanaan kita tidak lebih dari 100 orang. Intinya kita tetap desain kemeriahan Ramadhan itu ada tapi prosesinya nggak perlu dibesar-besarkan,” ungkapnya.

Terkait kebijakan untuk kegiatan di Bulan Ramadhan, Hendi mengatakan tidak ada kebijakan baru. Dia hanya berpesan agar kebijakan pencegahan penularan covid-19 yang sudah berjalan untuk tetap ditaati.

“Terkait kebijakan di bulan Ramadhan, terutama tarawih, tetap menggunakan kebijakan yang sudah berjalan seperti kapasitas masjid atau Mushola hanya diisi 50 persen. Dan silahkan membuat tenda atau tratag di halaman tempat ibadah,” harapnya.

Hendi juga berharap saat waktu mudik nanti agar setiap keluarga yang mudik mematuhi protokol kesehatan.

“Kalau mudik itu jelas kita nggak bisa membatasi ya, tapi kami menghimbau agar masyarakat yang mudik nanti jangan terlalu berjubel di dalam kendaraan serta seperlunya saja,” ujarnya.

“Jadi intinya, pandemi covid-19 belum selesai, jadi kita harus bisa menjaga diri kita dan keluarga kita masing-masing,” pungkasnya. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here