Upst!! Masih Hobi Santap Makanan Cepat Saji, Awas Perhatikan 15 Efek Ini

Ilustras ( Foto : Istimewa)

SIGIJATENG.ID  –  Makanan cepat saji digemari masyarakat modern. Harga makanan yang ramah di kantong, penyajian yang cepat, dan mudah dibeli dimanapun dan kapanpun menjadi kelebihan makanan ini.

Dalam banyak kasus, makanan cepat saji mengandung sejumlah besar karbohidrat, tambahan gula, lemak tidak sehat, dan natrium. Makanan ini hampir selalu tinggi kalori tetapi mengandung sedikit nutrisi.

Ketika makanan cepat saji sering menggantikan makanan pokok yang bergizi dalam keseharian dapat menyebabkan obesitas dan diabetes, yang meningkatkan risiko kematian dini. Sebagaimana dilansir dari Eat This, berikut ini 15 efek samping serius dari makanan cepat saji.

Tubuh lesu

Dengan menyajikan porsi besar dan tinggi lemak, makanan cepat saji seperti burger, kentang goreng, dan minuman bersoda, seringkali memberikan kalori yang besar. Porsi besar itu akan membuat konsumen merasa kenyang dan lesu secara bersamaan.

Masalah Kulit

Makanan cepat saji dapat menyebabkan masalah kulit seperti jerawat. Dalam satu porsi makanan cepat saji mengandung gula sederhana, tepung putih, dan karbohidrat kosong, seperti kentang goreng yang bisa menimbulkan masalah kulit.

Kembung

Beberapa makanan secara alami mengandung garam atau natrium yang lebih tinggi, tetapi natrium juga ditambahkan ke banyak produk makanan, terutama dalam makanan cepat saji yang digunakan sebagai penyedap atau pengawet. Mengenai batas natrium, disarankan agar orang dewasa tetap di bawah 1.500 miligram per hari dan tidak boleh mengonsumsi lebih dari 2.300 miligram per hari. Satu makanan cepat saji sebenarnya bisa melebihi 2.300 miligram. Terlalu banyak natrium menyebabkan tubuh menahan air, membuat Anda merasa kembung.

Memori dan fungsi kognitif menurun

Makanan cepat saji seperti burger dan kentang goreng seringkali mengandung lemak jenuh yang tinggi. Lemak jenuh dapat berdampak negatif pada jantung, dan dapat berdampak negatif juga pada fungsi otak dan memori. Asupan asam lemak jenuh yang lebih tinggi dapat merusak kecepatan dan fleksibilitas memori dan memori prospektif atau kemampuan untuk mengingat demi melakukan apa yang diinginkan.

Sembelit

Makanan berserat sangat penting dalam sistem pencernaan. Serat membantu menjaga saluran pencernaan bekerja dengan baik karena mengantarkan limbah keluar tubuh. Serat juga dapat membantu menurunkan kolesterol dan menjaga kadar gula darah tetap normal. Namun, hampir sebagian besar makanan cepat saji tidak mengandung kandungan serat makanan yang tinggi.

Risiko obesitas

Kalori dalam makanan cepat saji sangat tinggi. Asupan kalori tinggi dapat menyebabkan obesitas, yang memicu risiko mengembangkan penyakit kronis lain. Konsumsi makanan cepat saji yang terlalu sering dapat berkontribusi pada penambahan berat badan dan dapat meningkatkan risiko obesitas.

Kekurangan nutrisi

Tingginya kalori pada makanan cepat saji dibarengi dengan kandungan gizi yang rendah. Makanan cepat saji tidak memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan seimbang yang diperlukan tubuh. Terlalu banyak kalori dapat menyebabkan tubuh akan mulai kekurangan nutrisi yang diperlukan tubuh.

Merusak kesehatan gigi dan mulut

Asupan soda yang terlalu sering dapat menyebabkan kesehatan mulut yang buruk. Minum soda dalam jumlah besar meningkatkan jumlah asam di mulut, yang akhirnya menyebabkan kerusakan seperti gigi berlubang. Beberapa makanan penutup makanan cepat saji, seperti es krim dan makanan manis lain dapat memicu kerusakan yang sama.

Kesehatan mental menurun

Penelitian terbaru menunjukkan makanan cepat saji dapat menyebabkan tingkat depresi yang lebih tinggi. Penelitian menunjukkan orang yang makan makanan cepat saji 51 persen lebih mungkin mengembangkan depresi daripada yang tidak.

Masalah ginjal dan perut

Kandungan sodium juga dapat mempengaruhi tekanan darah tinggi yang menyebabkan otot jantung jadi membesar. Jika mengalami gagal jantung kongestif, sirosis, atau penyakit ginjal, terlalu banyak garam dapat menyebabkan penumpukan cairan yang berbahaya. Kelebihan natrium juga dapat meningkatkan risiko batu ginjal dan penyakit ginjal.

Meningkatkan kadar gula darah

Makanan cepat saji mengandung karbohidrat tinggi dan dapat meningkatkan gula darah. Saat mengonsumsi makanan berbasis tepung putih, seperti roti burger atau kentang goreng, tubuh mengkonsumsi banyak gula. Sering mengonsumsi makanan cepat saji dapat menyebabkan penyakit seperti obesitas.

Kolesterol naik

Banyak makanan cepat saji yang berasal dari produk hewani, digoreng, dan disajikan dengan keju dan saus yang tinggi lemak. Kandungan lemak tinggi dalam makanan cepat saji dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Terlebih lagi, makanan cepat saji dapat menurunkan kolesterol baik (HDL), semakin memperburuk kondisi jantung dan kesehatan.

Meningkatkan risiko kanker

Dalam daging yang diolah menjadi makanan cepat saji terdapat kandungan natrium nitrat dan natrium nitrit. Kandungan tersebut digunakan untuk mempertahankan warna daging dan menghambat pertumbuhan bakteri. Bahan kimia tersebut dapat terurai menjadi nitrosamin, zat yang berpotensi menyebabkan kanker payudara, prostat, dan usus besar, menurut meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients.

Meningkatkan risiko penyakit jantung

Lemak yang biasa ditemukan dalam makanan cepat saji terdiri dari asam lemak jenuh. Lemak yang berbentuk padat pada suhu kamar seringkali berasal dari hewan dan beberapa minyak nabati, seperti minyak sawit. Biasanya, lemak jenuh ditemukan dalam burger keju atau kentang goreng. Lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat, yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Meningkatkan risiko penyakit tulang

Makanan cepat saji biasanya tinggi natrium. Satu burger besar memiliki 970 mg sodium, lebih dari sepertiga dari kebutuhan harian yang direkomendasikan. Asupan natrium yang tinggi dapat menyebabkan tulang lemah, yang meningkatkan kemungkinan osteoporosis. (Dye)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here