Tingkatkan Wawasan Keilmuwan, kelompok 36 KKN UIN Walisongo Adakan Webinar

Suasana Pemaparan materi oleh Narasumber Luthfi Rahman M.Si. M.A

SIGIJATENG.ID – Kelompok 36 KKN MIT DR ke-12 UIN Walisongo Semarang mengadakan acara webinar kewalisongoan, dengan tema “Metode Walisongo Menghadapi Budaya Lokal dalam Menyebarkan Agama Islam di Nusantara”. Webinar diikuti oleh kurang lebih 100 peserta Via Google Meet, pada Senin, 19 Juli 2021, pukul 15.00 WIB.

Webinar kali ini menghadirkan narasumber Luthfi Rahman M.Si, M.A, dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, yang juga Sekretaris Rumah Moderasi Beragama UIN Walisongo Semarang.

Acara webinar ini dibuka oleh Rikza Chamami M.Si selaku Kepala Pusat PPM LP2M UIN Walisongo Semarang. Dalam sambutannya, Rikza Chamami mengungkapkan bahwa kita sebagai mahasiswa harus bisa mengimplementasikan nilai-nilai dakwah Walisongo di era digital.

Sementara, DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) Lilif Muallifatul K.F. M.Pd.I. dalam sambutannya menyatakan harapannya webinar ini ada manfaatnya.

“Semoga webinar ini akan menjadi pembelajaran baru terhadap kita, tentang bagaimana Walisongo menyebarkan agama Islam di Indonesia dan untuk webinar-webinar kedepannya bisa lebih baik lagi,” Kata Lilif.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rikza Chamami dan Bapak Luthfi Rahman yang telah meluangkan waktunya untuk menjadi pemateri di webinar yang diselenggarakan mahasiswa KKN kelompok 36,” katanya.

Sementara, Luthfi Rahman pada webinar tersebut menghimbau untuk seluruh generasi muda-mudi Islam saat ini, khususnya mahasiswa UIN Walisongo Semarang untuk melanjutkan perjuangan semangat moderasi beragama yang dilakukan oleh Walisongo.

Luthfi Rahman mengatakan makna moderasi beragama merupakan cara beragama yang tidak berlebih-lebihan/ektstrim atau secara tengah-tengah.

“Semoga langkah dan do’a kalian dimudahkan oleh Allah SWT sehingga lulus tepat waktu, harapan saya kalian semua menjadi agent of moderasi dari rasa, pikiran, dan laku kalian. Sehingga masyarakat merasa terayomi dengan adanya kalian menjadi agent of moderasi. Dan bagaimana kalian mengambil hikmah dari Walisongo,” tutup Luthfi Rahman. (*/asz)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here