Tim Panitia Penjaringan Bakal Calon Ketua KONI Jateng Dibentuk, Awal Desember Muncul Nama

Tim sembilan sedang berfoto bersama. ( foto ist)

SEMARANG (Sigijateng.id) – Tim panitia penjaringan bakal calon Ketua Koni Jateng periode 2021-2015 telah terbentuk dalam ”Rapat Kerja Khusus” KONI Provinsi Jawa Tengah di Hotel UTC Jl Kelud Raya Semarang, Kamis (25/11/2021).

Tim ini dinamakan Tim Sembilan karena beranggotakan sembilan orang, dari berbagai unsur. Yakni unsur pengurus KONI Jateng (4 orang), utusan pengprov cabang olahraga (2 orang), KONI Kab/Kota (2 orang) dan badan fungsional (1 orang).

Rapat kerja khusus ini dipimpin Waketum III Hary Nuryanto dengan anggota Waketum II Sudarsono dan bendahara Prasetyo Budi Yuwono. Suasana rapat berlangsung demokratis, mulai dari formasi kenapa harus berjumlah sembilan orang termasuk komposisinya.

Rapat ini memilih sembilan orang, yakni Joko Priyono, M Ali Purnomo, Bambang Raharjo, Adeng Sudarwanto (KONI Jateng), Bambang Setiawan (KONI Banyumas), Teguh Setyono (Kota Semarang), Agus Supriyadi (taekwondo), Rumini (atletik) dan Erwin Ardian (Siwo PWI Jateng).

Dalam rapat kecil Tim Sembilan, kemudian mereka memutuskan Joko Priyono sebagai ketua dan Rumini (sekretaris), tujuh lainnya anggota.

Plt KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana dalam sambutan sekaligus pembukaan Rapat Kerja Khusus menyebutkan, Tim Sembilan diberi waktu paling lambat 21 hari sebelum Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Jateng, yang dijadwalkan 23 – 24 Desember 2021, untuk melakukan penjaringan dan penyaringan bakal calon ketua umum. Artinya, pada 2 Desember mendatang sudah diketahui siapa saja bakal calon ketua yang layak menjadi calon ketua dalam Musprov.

Hary Nuryanto yang tampil taktis memimpin sidang, namun dalam memutuskan suatu masalah selalu berdasar masukan peserta rapat.

Misalnya dalam komposisi tim, salah seorang peserta yakni utusan ISSI (balap sepeda) langsung interupsi. Dia tidak setuju dengan Pengprov cabang olahraga hanya diberi porsi dua, atau sama dengan KONI Kab/Kota. ”Utusan KONI hanya hadir 28, sedangkan cabang olahraga 58, kok sama besar perwakilannya. Harusnya cabang olahraga ditambah sedangkan KONI Provinsi dan Kab/Kota dikurangi,” katanya.

Pertanyaan tersebut justru dijawab oleh Ketua KONI Banyumas Bambang Setiawan. ”Adil itu tidak berarti harus sama. Kita di sini adalah mencari solusi untuk KONI, bukan untuk sama rata,” kata Bambang.

Setelah komposisi dianggap selesai, dilanjutkan dengan menunjuk personal. Ketua KONI Banjarnegara Nurohman langsung angkat bicara. ”Kami dari Banyumas Raya sepakat menunjuk Pak Bambang Setiawan sebagai wakil KONI.”

Usulan itu tidak serta merta diputuskan. Hary Nuryanto kemudian meminta persetujuan, yang disetujui mayoritas yakni dengan mengangkat tangan. Meskipun tidak dihitung, dari perbandingan yang angkat tangan dan diam, maka Bambang langsung masuk tim.

Untuk utusan kedua, salah seorang langsung mengusulkan KONI Kota Semarang. ”Yang namanya kota, tentu ibu kota Jateng Semarang, Jadi ya, KONI Kota Semarang.”

Masuk pada utusan cabang olahraga, ditawarkan untuk menghormati prestasi pada PON XX lalu. Taekwondo dengan empat emas, wushu (3) dan muaythai (3) dan biliar (3) langsung dinominasikan. Pengprov TI (taekwondo) langsung aklamasi sebagai wakil cabang olahraga. Semula wushu akan menjadi wakil kedua. Namun utusan cabang olahraga petanque Sri Haryono usul, ”Biar komposisinya tidak semua cabang olahraga beladiri. Silahkan bapak-bapak memilih.” Maka, PASI (atletik) pun langsung ditunjuk.

Sisa satu wakil dari Badan Fungsional yang terdiri dari enam badan, terjadi argumentasi yang agak seru. Siwo PWI Jateng dan Bapomi (Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia) menjadi nominasi. Setelah beberapa pendapat pendapat, termasuk masukan dari Ketua PP KORI Urip Sihabudin, maka Siwo PWI Jateng menjadi wakil kesembilan. (aris)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here