Tiga Masjid Besar di Kota Semarang Rapat Bersama Sikapi PPKM Jawa-Bali

Pengurus tiga masjid di Kota Semarang, Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Masjid Agung Semarang (MAS) dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) melakukan rapat bersama di Masjid Raya Baiturrahman, Simpanglima, Semarang, kemarin. (ist)

SEMARANG (SIgijateng) – Pengurus atau takmir) Tiga masjid besar di Kota Semarang yaitu Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Masjid Agung Semarang (MAS) Kauman dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menggelar rapat bersama mensikapi emberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali mulai 11 Januari – 25 Januari 2021.

Rapat tersebut dihadiri dan dipimpin Ketua Umum Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah, Dr KH Ahmad Darodji MSi.

Hadir tiga masjid tersebut antara lain Ir KH Hammad Maksum Ketua Umum Yayasan MAS, Sekretaris MAJT Drs KH Muhyidin MAg dan Ketua Takmir MRB Dr Multazam Ahmad.

Dr KH Ahmad Darodji MSi mengatakan, program PPKM Jawa-Bali, yang juga diberlakukan di Kota Semarang agar didukung. “Kami mengajak warga masyarakat untuk mendukung keputusan pemerintah dalam rangka ikhtiar memutus penyebaran Covid-19.

Pelaksanaan ibadah di masjid tetap berjalan normal, shalat rawatib lima waktu, shalat Jumat dan lain-lain tetapi dengan protokol kesehatan yang lebih diperketat,’’ kata Kiai Ahmad Darodji MSi, usai memimpin rapat.

Disisi lain, Kiai Darodji yang juga Ketua MUI JAwa Tengah ini juga mengajak umat Islam agar terus berdoa memohon pertolongan Allah swt agar pandemic Covid segera berlalu.

Sedang Ketua Yayasan MAS Ir KH Hammad Maksum yang akrab dipanggil Gus Hammad menjelaskan, khusus menyikapi Covid-19, pihaknya menunjuk petugas yang mengatur shaf jamaah. ‘’Kami sudah memberikan tanda agar saat pelaksanaan shalat tidak terlalu rapat, diberi jarak satu orang dengan yang lain. Yang terlalu rapat pasti akan diingatkan oleh petugas,’’ kata Gus Hammad.

Pemeriksaan suhu sebelum masuk masjid menggunakan thermogun dan dipersilahkan mencuci tangan selain dengan sabun juga menggunakan hand sanitizer. Memakai masker juga wajib untuk semua orang yang akan melakukan ibadah di masjid.

Hal yang sama juga dilakukan di Masjid Raya Baiturrahman, Simpang Lima Semarang dan MAJT. Bahkan khusus di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jamaah dipersilakan melewati pintu khusus yang secara otomatis mendeteksi suhu panas badan jamaah yang memasuki masjid.

“Intinya dalam mendukung pelaksanaan PKM di Kota Semarang, kami lebih memberikan pengawasan semua yang ada di masjid terdiri jamaah, imam, muadzin, marbot dan lain-lain agar sehat terhindar dari Covid-19,’’ kata Kiai Darodji.

Dr Multazam menambahkan, pelaksanaan ibadah di semua masjid tetap berjalan seperti biasa, hanya protokol kesehatan lebih diperketat dari hari-hari biasa.

Untuk sementara kegiatan yang sifatnya kerumunan dan melibatkan banyak orang menurutnya supaya dikurangi.(Aris)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here