Tia Ajak Pelaku UMKM Kota Semarang Gabung Gerai Kopimi, Caranya Mudah

Pembina Gerai Kopimi, Krisseptiana Hendrar Prihadi. (Foto: Mushonifin/sigijateng.id)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Pembina Gerai Kopimi, Krisseptiana Hendrar Prihadi mengajak pelaku UMKM di Kota Semarang bergabung ke Gerai Kopimi (Gerakan Masyarakat Koperasi dan UMKM Semarang Indonesia). Gerai Kopimi adalah wadah silaturahmi para pelaku UMKM di Kota Semarang yang diukuhkan oleh Walikota Semarang pada 16 Desember 2019 lalu.

 “Yuk gabung Gerai Kopimi. Pendaftaran menjadi anggota Gerai Kopimi sangat mudah, hanya melalui gadget dengan menginstal aplikasi yang sudah tersedia. Jika masih kesulitan, calon anggota bisa datang kelurahan dan akan didampingi oleh tim IT,” kata Krisseptiana, Selasa (7/12/2021).

Dikatakan perempuan yang akrab disapa Tia ini, biasanya masyarakat UMKM yang belum tersentuh Gerai Kopimi ada di pinggiran kota. Karena maind set mereka yang masih menganggap bisnis UMKM adalah bisnis sederhana. 

“Kami sendiri di Pemkot sudah berupaya memberikan fasilitas agar para pelaku UMKM ini mudah mengakses Gerai Kopimi,” bebernya. 

Perjalanan Gerai Kopimi, kata Tia,  sampai saat ini telah memiliki hampir 1.000 anggota pelaku UMKM yang dibina oleh Dinas Koprasi dan UMKM Kota Semarang dengan sistem katalogisasi produk-produk UMKM yang dipromosikan secara terbuka, baik virtual maupun melalui kegiatan pameran. 

Selain katalogisasi, Gerai Kopimi juga membantu para pelaku UMKM untuk mendapatkan sertitikasi halal, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), PIRT, dan standarisasi kemasan atau packaging agar produk-produk UMKM laku di pasaran. 

“Kami harapkan banyak UMKM mau gabung. Karena masih banyak yang belum gabung. Padahal Geraik Kopimi sudah memiliki kepengurusan hingga tingkat kecamatan,” kata dia.

“Kebanyakan mereka kan bilangnya ah wong ngene-ngene tok yo wes entuk duwit kok (ah orang begini-begini saja sudah dapat uang kok), nah ini perlu dirubah dengan sosialisasi yang lebih massif,” terangnya lagi.

Ketua penggerak PKK Kota Semarang tersebut berharap kepengurusan Gerai Kopimi di tingkat kecamatan bisa lebih bekerja keras lagi dalam menggandeng UMKM. 

 Gerai Kopimi itu juga sudah ada di 16 Kecamatan di Kota Semarang. Kepengurusannya sendiri ada mulai dari tingkat kota hingga kecamatan. Harapannya yang ada di tingkat kecamatan itu bisa menggandeng dan membina UMKM itu,” ungkapnya. 

Tia menyebut selama ini citra UMKM itu bersifat kriya atau handicraft, sehingga PKL dan sejenisnya dianggap belum masuk kategori UMKM. 

“Kadang-kadang kita kalau menyebut UMKM itu yang bersifat kriya atau membuat sesuatu. Padahal yang berjualan, PKL, dan pedagang-pedagang kecil itu juga UMKM,” jelasnya. 

“Lha ini melalui Gerai Kopimi yang ada di kecamatan-kecamatan itu harus mengajak mereka untuk berkembang bersama,” tandasnya. (mushonifin)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here