Tetangga dan Kerabat Tidak Yakin Sudarji Telah Mencuri Durian

Ilustrasi : Bentrok dua kelompok menyebabkan 1 orang meninggal dan dua terluka.

UNGARAN (Sigijateng.id) – Tewasnya Sudarji, yang disebut-sebut duel dengan penjaga kebun durian lantar kepeorgok mencuri durian, belum sepenuhnya diyakini oleh kerabat dan tetangganya.

Hal ini sebagaimana disampaikan Parmin, tetangga almarhum Sudarji. Menurut Parmin selama ini Sudarji tidak pernah menorehkan catatan kriminal pencurian sama sekali.  Selanjutnya, Sudarji yang bertubuh tambun itu juga dikenal tidak bisa memanjat pohon. ” Saya teman sejak kecil. Darji tidak bisa manjat pohon. Sehari-hari ngojek kadang juga nyopir,”ujar Parmin salah satu tetangga.

Tak hanya itu Sudarji juga dikenal sebagai sosok yang rajin bekerja. “Jam 06.00 pagi sudah berangkat ngojek.”

Pelanggan yang pernah mendapatkan jasa Sudarji juga merasa prihatin atas kematian tragis tukang ojek murah senyum itu. “Saya pernah dianter malam-malam, jauh padahal rumah saya sekitar 7 kilometer dari pangkalan ojek waktu itu. Dia malah nggak mau dibayar. Katanya kalau niat nganter ya nganter bukan ngojek,”ujar Wahyudi.

Selain ramah Sudarji juga sosok pemberani. Jika tukang ojek lain hanya mengambil penumpang sampai sore hari, ia memilih hingga dini hari. “Padahal medan disini  perkebunan rimbun tanpa penerangan jalan.”

Sementara bagi kerabat dekat Sudarji diketahui sebagai sosok terbuka. “Kalau seharian ngojek tidak dapat uang ya suka ke rumah saya. Kalau minta uang selalu saya beri. Kadang 1 juta sampai 2 juta,”ungkap Maryoto.

Dari sekian catatan ini memunculkan keraguan jika kematian Sudarji hanya sekedar  akibat mencuri durian.

Seorang kerabat lainnya, Sudadi tak hanya mempersoalkan kejanggalan pencurian durian tapi juga  latar belakang kematian Sudarji. “Kalau saya lihat lukanya itu kena sabetan golok. Ada sabetan paling parah di bagian lengan sampai nyaris putus. Di bagian kepala juga tiga sabetan cukup dalam, tengkuk, leher samping dan dahi. Kehabisan darah dia,” tutur Sudadi pilu.

Selanjutnya Sudadi menyebut posisi motor juga janggal. “Kalau niat mencuri jarak sepeda motor harusnya dekat dengan lokasi mencuri. Itu motornya jauh lebih dari 20 meter dari lokasi pencurian,” tambah Sudadi.

Pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwajib. “Kami ingin keadilan. Apapun latar belakangnya kami berharap dapat terungkap. Apakah itu benar-benar pencurian atau ada masalah pribadi, semoga kepolisian dapat menemukan fakta yang sebenarnya.

Berita Terbaru:

Seperti diketahui Sudarji Warga Desa Bedono Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang ditemukan tewas bersimbah darah di kebun durian  Rabu (5/5/2021) setelah diduga terlibat perkelahian dengan penjaga kebun yang berbekal sebilah pisau pemotong buah.

Kasatreskrim Polres Semarang AKP Tegar Satriyo Wicaksono saat dikonfirmasi mengatakan masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. 

“Mohon waktunya, kami masih mengumpulkan data-data. Diduga korban meninggal karena duel satu lawan satu, bukan diamuk massa. Nanti ya lengkapnya,” terangnya saat dihubungi media Rabu (5/5/2021).  (Sin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here