Terus Bergerak ! Tim Penyidik KPK Periksa 5 Bos Perusahaan Swasta, Usut Kasus Dugaan Korupsi Bupati Banjarnegara

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengenakan rompi tahanan dengan tangan diborgol usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK. Foto : Istimewa

Jakarta (Sigi Jateng) – Paska KPK menahan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Komisi Pemberantasan Korupsi terus bergerak. Tim Penyidik KPK terus mengusut kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa dengan intens melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Beberapa saksi yang dijadwalkan diperiksa hari ini merupakan bos perusahaan swasta. Mereka yakni, Direktur CV Putra Blambangan, Siti Munifah; Direktur CV. Aztra, Hestiyani Analiza; Direktur CV Surya Banjar, Jamal Arifudin; Direktur PT Kalierang Agung Jaya, Dwi Nugroho; serta Direktur PT Purnama Putra Wijaya, Widji Laksono Dwi Anggoro.

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Perwakilan BPKP DI Yogyakarta, Jalan Parangtritis KM 5.5, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (16/9/2021).

Belum diketahui apa yang bakal dialami penyidik terhadap lima bos perusahaan swasta tersebut dalam perkara korupsi Budhi Sarwono. Diduga, penyidik masih mendalami soal dugaan perintah Budhi Sarwono dalam mengatur dan menentukan perusahaan pemenang lelang proyek di Banjarnegara.

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono (BS) dan orang kepercayaannya, Kedy Afandi (KA) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pemborongan, pengadaan atau persewaan pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara Tahun 2017-2018 dan sejumlah penerimaan gratifikasi.

Budhi diduga memerintahkan Kedy untuk mengatur proyek pekerjaan infrastruktur di Banjarnegara. Budhi juga diduga mengarahkan Kedy untuk menetapkan adanya komitmen fee terhadap para pengusaha yang ingin menggarap proyek infrastruktur di Banjarnegara.

Tak hanya itu, Budhi juga diduga berperan aktif dengan ikut langsung dalam pelaksanaan pelelangan pekerjaan infrastruktur. Diantaranya, membagi paket pekerjaan di Dinas PUPR dengan mengikutsertakan perusahaan milik keluarganya, dan mengatur pemenang lelang.

Salah satu perusahaan milik keluarga Budhi yang ikut dalam proyek infrastruktur di Banjarnegara yakni PT Bumi Redjo. Budhi diduga telah menerima komitmen fee atas berbagai pekerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara, sekitar sejumlah Rp2,1 miliar.

Diketahui KPK terus mengembangkan penyidikan atas kasus dugaan korupsi Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono (BS). Tim penyidik KPK menyita dokumen dari tangan Wakil Direktur sekaligus pemilik PT Hikmah Kurnia, Herry Mudzakir.

Proses penyitaan dilakukan saat penyidik memeriksa Herry Mudzakir sebagai saksi pada Selasa (14/9/2021). Sedianya, Herry diperiksa atas kasus dugaan korupsi dan penerimaan sejumlah gratifikasi yang menyeret Budhi Sarwono. (Dye)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here