Tak Perlu Uang, Cukup Dengan Sampah Warga Bisa Beli Kebutuhannya

Suasana bazar sembako yang digelar oleh pengurus bank sampah Sumber Urip di Jl. Purwogondo Kelurahan Dadapsari Semarang Utara. (Dok. Istimewa)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Mengurai permasalahan sampah perkotaan bukanlah perkara mudah. Namun selalu ada cara untuk mengatasinya. 

Seperti yang dilakukan oleh pengurus bank sampah Sumber Urip di Jl. Purwogondo Kelurahan Dadapsari Semarang Utara. Mereka membuat bazar yang transaksinya menggunakan kupon dari hasil menabung sampah. 

Menurut Ketua RT 1 RW 5 Jalan Purwogondo 1 Kelurahan Dadapsari, FX Gatot Iman Triyoga, warga yang datang ke bazar bisa membawa kupon dari hasil menabung di bank sampah. Terlihat antusias warga sangat tinggi sehingga stand bazar dipadati pengunjung namun tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Pengunjung bawa kupon lalu ditukarkan makanan atau sembako, itu bagi mereka yang selama ini nabung sampah. Yang belum nabung, bisa datang ke bazar bawa sampah dan langsung kita kasih kupon. Berapapun jumlah sampahnya, kita terima,” ujarnya, Senin (13/12/2021).

Acara yang diselenggarakan pada Minggu (12/12/2021) tersebut mendapat antusiasme warga cukup tinggi. Para pengunjung bersemangat mendatangi bazar karena mereka membeli makanan, minuman dan sembako dengan menggunakan kupon dari bank sampah.

Perlu diketahui, warga di Jalan Purwogondo 1 Kelurahan Dadapsari memiliki bank sampah ‘Sumber Urip’ yang dikelola warga setempat kurang lebih sudah tiga tahun terakhir ini.

Setiap hari para warga mengumpulkan sampah untuk ditabung di bank sampah tersebut. Setiap warga yang menabung berhak mendapatkan kupon. 

Kemudian bank sampah memilah-milah lalu sampah disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. 

Hingga kini sudah terkumpul hampir 1 ton berbagai macam sampah, diantaranya sampah bekas botol air mineral, sampah kertas, sampah barang bekas dan sampah plastik lainnya.

Gatot Imam Triyoga menjelaskan 1 kupon nilainya Rp 10 ribu dan bisa ditukarkan di puluhan stand yang tersedia di bazar. Diantaranya stand makanan, sembako, minuman ringan, baju, hasil kerajinan tangan, ikan hias dan stand produk makanan olahan dan stand hiburan.

“Stand yang ikut bazar itu dari UMKM warga Dadapsari. Sekaligus juga untuk bangkitkan ekonomi warga akibat pandemi Covid-19,” jelasnya.

Salah satu pengunjung, Arista Isna, mengaku senang karena telah lama tidak ada bazar. Ia pun bangga karena warga Dadapsari semakin peduli lingkungan dengan rajin menabung sampah di bank sampah.

“Stand ramai, padat pengunjung tapi tetap protokol kesehatan. Berbagai macam produk UMKM warga tersedia. Saya juga sekalian bagi-bagi brosur salon, mumpung ada bazar,” kata wanita berparas cantik pemilik Arista Salon ini.

Camat Semarang Utara, M Imron, yang hadir diacara tersebut, mengapresiasi wargan Jalan Purwogondo 1 RT 1 RW 5 Kelurahan Dadapsari yang menggelar ‘Bazar Wisata Grebek Sampah’. 

“Warga sangat antusias dan keberadaan bank sampah yang dikelola warga sangat bermanfaat banyak, seperti lingkungan jadi lebih bersih, warga lebih peduli sampah dan membuat sampah jadi barang bernilai ekonomis,” katanya saat mengunjungi bazar.

M Imron berharap kegiatan bazar ini juga bisa membangkitkan perekonomian warga akibat pandemi Covid-19. UMKM dari warga Dadapsari bisa menjual dan memamerkan produknya sehingga lebih dikenal banyak orang.

Selain stand makanan dan sembako serta produk UMKM, bazar ini juga dilengkapi stand dari Puskemas setempat yang menyediakan layanan vaksinasi Covid-19 dosis 1 dan 2.

Bagi warga yang suntik vaksin langsung mendapatkan satu paket sembako. (Mushonifin) 

Berita Lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here