Sukses Budidaya Ikan Hias di Tengah Pandemi, Pria di Klaten Ini Raup Omzet Rp30 Juta per Hari

Pengunjung saat melihat-lihat ikan hias milik Miftahul Jamal, warga Desa Kradenan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Foto : Istimewa

Klaten (Sigi Jateng) – Berbagai cara dilakukan warga terlebih para pelaku usaha untuk tetap bisa produktif di tengah penerapan PPKM selama pandemi Covid-19. Pandemi dinilai berperan mendorong pertumbuhan bisnis di bidang budidaya ikan hias.

Bahkan, usaha ini terus naik dan memberikan keuntungan berlipat bagi pelaku usaha. Salah seorang warga Desa Kradenan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Miftahul Jamal mampu mengembangkan budidaya ikan hias hingga omzetnya meningkat dua kali lipat.

Berkat keuletan dan ketelatenannya, pria berusia 45 tahun ini mampu meningkatkan dan mengembangkan usaha budi daya dan bisnis ikan hias di tengah masa pandemi Covid-19. Selama  masa pandemi ini, permintaan ikan hias miliknya meningkat drastis.

Dari omzet per hari sebelumnya hanya kisaran Rp5 juta sampai Rp10 juta. Di masa pandemi ini meningkat dua kali lipat bisa Rp20 juta hingga Rp30 juta per harinya. Usaha yang dirintis sejak tahun 2003 sampai sekarang ada 60 jenis ikan hias, mulai jenis koi, oscar, cupang, lemon, cana, patin.

Dengan modal awal yang hanya kisaran Rp60.000, kini pria jebolan pondok pesantren ini mampu mengembangkan usahanya bahkan dijual hingga di sejumlah kota besar mulai dari Solo, Jogja hingga Jawa Timur dan Bali.

Meski banyak suka duka dalam mengembangkan usaha ini, namun berkat keuletan dan ketelatenan dalam berusaha dia mampu memanfaatkan situasi pandemi Covid karena diharuskan beraktivitas di rumah saja dengan mendulang rupiah.

“Kita awalnya cari kerja sulit. Kita otak-atik, mulanya memelihara ikan kecil-kecil seperti ikan lele, ikan nila. Ternyata sehari malah kita jual laku awalnya cuma Rp500 lama-lama meningkat otomatis kita beralih ke ikan yang lain,” ucap pria yang akrab disapa Jamal Koi ini, Senin (20/9/2021).

“Kita mengembangkan usaha ke aksesoris juga, aksesoris akuarium, perlengkapan, pakan, obat. Segala perlengkapan ikan kita usahain Alhamdulillah sampai sekarang sudah gede,” katanya.

Sejumlah pembeli dan pengunjung mengatakan mereka sengaja datang ke toko ikan hias milik Jamal karena sebagian hobi dan memelihara ikan hias rumah mereka, untuk hiburan dan mengisi kegiatan di tengah pandemi.

“Dua minggu sekali saya sering ke sini. Saya suka ya karena lihat dari estetika. Koleksi di rumah ada ikan patin , ikan nila dan lainnya,” kata Dita, pengunjung asal Solo.

“Saya hobi ikan hias sudah sejak kecil. Di waktu pandemi ini karena nggak ada kegiatan jadinya kita beralih ke ikan hias,” sambungnya.

Selain mengembangkan usaha dengan menjual ikan hias, Jamal kini memperluas usahanya dengan membuat sejumlah aksesoris dan perlengkapan ikan hias sendiri, seperti  pakan ikan, alat penyaring air hingga pernik hiasan aquarium. (Dye) 

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here