Slank Keliling Kota Lama untuk Membuat Video Klip Baru, Didampingi Hendi

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi saat menyambut kedatangan Slank di Kota Lama. (Dok.)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Grup band papan atas Indonesia, Slank berkunjung di Kota Semarang. Salah satunya berkunjung di kawasan Kota Lama, Kota Semarang.

Personel Slank yang berkunjung di Kota Semarang diantaranya Kaka, Bimbim, Ivan, dan Ridho.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, mereka berkeliling di Kawasan Kota Lama yaitu Monod Diephuis, Taman Srigunting, Oudetrap Theatre dan Semarang Creative Hub.

Dalam perjalanan yang telah dilakukan sejak Rabu kemarin (15/9/2021), mereka juga didampingi orang nomor satu di Kota Semarang yakni Hendrar Prihadi.

Kemudian, Slank juga menyempatkan waktu untuk berbincang dengan seniman Kota Semarang dan para fans Slank di Semarang Creative Hub.

Saat di tempat tersebut, band legendaris ini bakal ada rencana membuat karya di Kota Semarang.

Hal itu diungkapkan oleh sang vokalis Slank Kaka saat sedang bincang-bincang di hadapan seniman Kota Semarang dan para fans Slank Semarang.

Kaka mengungkapkan, rencana bandnya akan membuat karya di Kota Semarang agar para personil tak bosan dalam berkarya. Pasalnya membuat karya di lokasi baru juga akan melahirkan sesuatu yang baru pula.

“InsyaAllah kita ingin membuat karya di Semarang. Keinginan itu agar kami tak bosan. Apalagi sesuatu yang baru dapat melahirkan ide-ide yang baru juga. Itu adalah cara kita agar tak bosan, ” terang Kaka, Kamis (16/9/2021).

Ia mengungkapkan, pihaknya tidak hanya mempelajari soal musik saja, namun harus mengeksplorasi pengetahuan lainnya.

Kaka juga membeberkan, pembuatan lagu direncanakan akan di Gereja Blenduk atau di Taman Srigunting yang berada di Kawasan Kota Lama Semarang.

Kemudian, lanjutnya, sejak dahulu saat pembuatan album harus rekaman di studio. Namun sekarang rekaman lagu bisa dilakukan di rumah.

“Mungkin rencana bikin lagu di gereja atau Taman Srigunting. Dulu kami ketika membuat album harus ke studio, namun sekarang dengan perkembangan dunia digital. Kami bisa rekaman lagu dilakukan di rumah, ” tuturnya.

Dengan adanya perkembangan dunia yang mulai berganti ke digitalisasi, Kaka menegaskan, digitalisasi ini seniman harus beralih ke digitalisasi karena jaman sudah berubah. Apalagi cara tersebut bisa mempermudah masyarakat untuk mengakses karya-karya para seniman.

“Mau atau tidak senimannya berubah ke digital,” ucapnya.

Kendati demikian, Kaka menyampaikan bahwa jika musisi tidak bisa beradaptasi maka akan tergeser dengan musisi atau band-band baru yang lebih beradaptasi dengan dunia digital.

“Kalau musisi tak beradaptasi lama-lama akan tergeser dengan pemain baru,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mendampingi band asli Jakarta yang hendak berkeliling di Kawasan Kota Lama.

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang juga sempat mengobrol mengenai sejarah Kota Lama kepada Band Slank.

Ia mengaku bahwa dirinya sudah mengantar band papan atas Ibu Kota Indonesia tersebut di beberapa titik Kota Lama. Namun, kata Hendi, ia juga masih surprise tempat selanjutnya untuk mengajak keliling tamu band papan atas Ibu Kota Indonesia di Kota Semarang.

“Saya tadi sudah antar ke beberapa titik, namun masih surprise,” ujarnya.

Dalam acara bincang-bincang tersebut, Hendi memberikan himbauan kepada warga Kota Semarang agar tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Di sisi lain, Hendi menilai bahwa warga Kota Semarang yang menonton di Semarang Creative Hub sudah pada menerapkan prokes ketat.

Sehingga dirinya mewakili pemerintah mengucapkan berterima kasih atas warga yang sudah menerapkan prokes.

Tak hanya itu saja, Hendi pun mengingatkan kepada warga agar tidak melalaikan lantaran pandemi belum berakhir. Untuk itu, ia mengajak semua elemen masyarakat yang ada di Semarang untuk menjaga Kota Semarang secara bersamaan.

“Maturnuwun mewakili pemerintah karena warga kompak menerapkan protokol kesehatan. Mau apa-apa boleh yang penting taat Protokol kesehatan,”ucapnya.

Di akhir-akhir acara, Hendi memberikan pesan kepada warga agar saling eling lan ngelingke. Hal itu jika ada teman atau orang dekatnya tak taat prokes untuk segera diingatkan. Menurutnya, dengan cara eling lan ngelingke merupakan hal penting lantaran pandemi belum selesai.

“Selain itu, yang belum vaksin tolong vaksin,” imbuhnya. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here