Setelah Masuk Imsak, Masih Bolehkah Kita Makan? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat

SIGI JATENG – Dalam tradisi muslim di Indonesia, waktu Imsak dianggap sebagai penanda akan dimulainya puasa di bulan Ramadhan. Imsak biasanya waktunya 10 menit sebelum waktu salat subuh. Sebetulnya bagaimana?

Ketika waktu imsak masuk, umat Islam di Indonesia akan menghentikan aktivitas makan sahurnya di bulan Ramadhan. Nah menurut Ustaz Adi Hidayat ada kekeliruan masyarakat dalam memaknai arti imsak itu sendiri.

Ustaz Adi Hidayat mengatakan, puasa itu arti dasarnya menahan atau dalam bahasa Arab Al imsak. “Jadi Imsak itu asalnya menahan, puasa,” ujar Ustaz Adi Hidayat dalam YouTube Adi Hidayat Official berjudul “Kitabus Shaum Al-Bukhari Episode 1 – Ustadz Adi Hidayat”.

“Jadi yang dimaksud shaum, shiyam secara bahasa itu Imsak. Jadi nama lain puasa itu Imsak. Jadi Imsak itu puasa. Jadi kalo sudah waktu imsak itu sudah puasa,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat lalu memberi contoh. Misal waktu subuh 04.33 maka Imsaknya adalah pukul 04.33 atau sama dengan waktu subuh.

Karena waktu dimulainya puasa, kata Ustaz Adi Hidayat, adalah saat dikumandangkannya azan subuh. Ini berdasarkan dalil Surat Al Baqarah ayat 187.

“Silakan makan dan minum di malam hari dari magrib sampai terus tibanya fajar. Fajar penanda subuh ditandai dengan azan. Jadi kalau sudah tiba azan subuh berarti dimulainya puasa,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Jadi menurut Ustaz Adi Hidayat waktu imsak itu adalah saat azan subuh bukan 10 menit sebelum azan subuh. “10 menit sebelum azan subuh masih boleh makan,” terang dia. (Aris)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here