Setelah Kamar Mandi Diperbaiki, Mbah Pasiyem Dapat Kiriman Kursi Roda dari Dinas Sosial

Mbah Pasiyem terima bantuan kursi roda dan uang dari dinas sosial jawa tengah dan Kabupaten Semarang, yang penyerahan diwakilkan oleh Kasi Kesra Kecamatan Jambu Patmiyati dan tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan TKSK Kecamatan Jambu Arif Yudianto.

AMBARAWA ( sigijateng.id ) – Mbah Pasiyem (83) Warga Gondoriyo Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang tak dapat menyembunyikan kegembiraan melihat sebuah kursi roda baru telah berada di samping tempat tidurnya. Nenek renta yang sudah tiga tahun ini lumpuh dan hanya bisa beraktifitas dari atas kasur tak henti memegangi dan memandang kursi roda yang baru dibuka bungkusnya itu. “Saya senang dapat kursi roda baru. Besok saya mau berjemur,” kata Mbah Pasiyem semangat.

Kursi roda yang datang ke rumah Mbah Pasiyem hari ini merupakan bantuan dan bentuk perhatian dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Sosial Kabupaten Semarang atas kondisi nenek lumpuh dan tidak mampu yang baru saja mendapatkan bantuan bedah rumah dari aksi Jaringan Jurnalis Perempuan Jawa Tengah pekan lalu.

Tidak hanya kursi roda, Mbah Pasiyem juga mendapat bantuan dana resiko sosial sebesar Rp. 1.000.000.

Menurut Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Harso Susilo ST MM bantuan ini menjadi salah satu bentuk tindakan peduli lansia. “Kita wajib peduli lansia disekitar kita. Lansia sejahtera, masyarakat bahagia,”kata Harso.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang Drs Gunadi.  Dinas Sosial mendukung peran semua pihak yang membantu pemerintah dalam kegiatan peduli lansia.

Datangnya kursi roda dan bantuan dana resiko ini ibarat kejutan Jumat berkah bagi Mbah Pasiyem dan keluarga. 

Bagi Mbah Pasiyem nenek 4 anak,7 cucu dan 5 cicit ini, perhatian dari pemerintah, media dan masyrakat ini menjadi motivasi untuk semangat hidup yang baru.

Kasirah, anak kedua Mbah Pasiyem juga turut gembira dengan datangnya bantuan kali ini. “Sudah ada kursi roda, nanti semua anak cucu bisa ikut gantian bawa Mboke berjemur dan jalan-jalan hirup udara segar,”kata Kasirah.

Aksi peduli Mbah Pasiyem ini merupakan sinergi bersama antara Pemerintah, TNI Polri dan Media.

Mbah Pasiyem yang sudah tiga tahun ini lumpuh karena jatuh  serta dalam kondisi tidak mampu ini pertama kali ditemukan oleh beberapa jurnalis perempuan yang mengangkat kisahnya ke media pada Kamis  (15/4/2021). “Keadaanya lumpuh dan kondisi rumahnya tidak ada fasilitas kamar mandi, sangat memprihatinkan karena harus dimandikan di  lantai tanah depan kamar. Atas dasar ini kami jurnalis perempuan yang memang concern kepada perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak segera membuat aksi berbagi dan peduli,”ungkap koordinator aksi Shinta Ardhan.

Berita Terbaru:

Dalam waktu kurang dari satu minggu (21-25 Apr 2021) aksi peduli ini berhasil terwujud dengan bentuk bantuan renovasi rumah dan kamar serta pembuatan jamban dan kamar  mandi untuk Mbah Pasiyem. Pembangunan kamar mandi dan bedah rumah juga didukung penuh Koramil 11 Jambu Kabupaten Semarang.

Makin melengkapi kebahagiaan dan berkah ramadan Mbah Pasiyem sekeluarga adalah bantuan dan perhatian langsung dari Bupati Semarang, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Dinas Sosial Kabupaten Semarang,  para donatur jurnalis dan aktifis perempuan di Jawa Tengah, Jakarta hingga Taiwan,  PT Mandom Indonesia, kalangan pengusaha showbiz di Semarang dan dermawan lainnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here