Serius Cegah Stunting, Begini Upaya Ketua Tim Penggerak PKK Kendal Wynne Frederica

Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal sosialisasi cegah stunting didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat dan Provinsi Jawa Tengah, Kamis (6/5/2021).

Kendal (Sigi Jateng) – Pemerintah kabupaten Kendal melalui tim penggerak PKK serius melakukan pencegahan stunting di wilayah Kabupaten Kendal. Upaya itu dilakukan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, Wynne Frederica saat menemui warga warga di Kelurahan Bandengan dan Warga Desa Purwokerto belum lama ini.

Dalam kegiatan sosialisasi program pencegahan stunting, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)  Pusat dan Provinsi Jawa Tengah, Kamis (6/5/2021).

Turut Hadir dalam kegiatan itu, Frinando Rad Bonay, Kepala Kepala Dinas P2KBP2PA Kabupaten Kendal, Asrifah, mitra BKKBN, 1000 Days Fund atau Yayasan Seribu Cita Bangsa yang diwakili Zack Petersen selaku Lead Strategist 1000 Days Fund, PLKB setempat, dan Kepala Kelurahan, Kepala Puskesmas, serta Kepala Desa setempat.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, Wynne Frederica mengatakan bahwa kegiatan hari ini adalah sosialisasi pencegahan stunting, yang mana dilakukan kepada warga di Kelurahan Bandengan dan Warga Desa Purwokerto, nantinya juga akan dilakukan di seluruh desa dan kelurahan diwilayah Kabupaten Kendal.

“Di Bandengan kita bertemu dengan anak beresiko stunting dan anak yang sudah mengalami stunting, dan di Desa Purwokerto, kita bertemu anak yang beresiko stunting. Kami bersama Mr. Zack dan BKKBN memberikan sosialisasi tentang pentingnya pencegahan stunting,dengan tujuan agar para keluarga benar-benar paham tentang stuting, sehingga nantinya Kabupaten Kendal dapat terbebas dari stunting,” tutur Wynne Frederica.

Sementara Koordinator Bidang Advokasi KIE BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Farida Sumarni dalam kesempatan itu menyampaikan, kegiatan ini sebagai persiapan pengentasan stunting pada tahu 2024 yang mana ditargetkan mencapai 14 persen. Jadi Kabupaten Kendal ini akan dijadikan proyek pengentasan stunting secara nasional.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini bisa dipersiapkan dengan baik, sehingga Kabupaten Kendal menjadi percontohan bagi kabupaten/kota Se-Jawa Tengah,” harap Farida.

Menurut Zack Petersen, di Kabupaten Kendal ini setiap Puskesmas dan dinas terkait yang menangani stunting sudah bagus dan terus bekerja keras dan bergerak untuk melakukan pencegahan stunting, dan ibu-ibu di sini sudah mengetahuinya, salah satunya dengan memberi asi eksklusif dan memberikan imunisasi kepada anaknya ketika sudah lahir.

Namun, juga perlu diperhatikan sebelum anak masih dalam kandungan, sang ibu harus hindari paparan asap rokok, mencukupi zat besi, asam folat, yodium, dan  rutin pemeriksaan kandungan.

Zack Petersen juga meminta  kepada ibu-ibu agar benar-benar paham pencegahan stunting, dan setelah memahami harus bisa dilaksanakan dengan baik, agar anak-anak bisa tumbuh dengan baik dan normal, sehingga  angka stunting juga bisa  menurun.

Sementara itu, Eka Astuti warga Desa Purwokerto mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wynne Frederica beserta rombongan yang telah memberikan perhatian.

“Saya ucapkan terima kasih atas sosialisasi pencegahan stunting yang diberikan, walau sudah pernah dilakukan oleh petugas, tapi dengan didatangi secara langsung oleh Ibu Wynne Frederica beserta rombongan menjadikan saya lebih paham lagi tentang pentingnya pencegahan stunting,” ujarnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here