Sejak Pandemi Corona, Kunjungan Wisatawan di Borobudur Anjlok 3,3 Juta

Ilustrasi wisatawan memakai masker dan menjaga jarak. Dok. Kementerian Pariwisata

Magelang (Sigi Jateng) – Sejak pandemi Covid-19 terjadi pada Maret 2020, Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Ratu Boko sempat tutup sekitar empat bulan. Jumlah kunjungan ke Candi Borobudur sepanjang 2020 anjlok dibanding 2019.

General Manager PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, I Gusti Putu Ngurah Sedana mengatakan pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan jumlah wisatawan mencapai 77,3 persen dibanding 2019.

“Selama pandemi Covid-19 ini penurunan jumlah wisatawan sangat terasa dibandingkan tahun sebelumnya,” kata I Gusti Putu Ngurah Sedana, Jumat (1/01/2021). Dia merinci, sepanjang 2019 jumlah wisatawan yang datang ke destinasi wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Ratu Boko mencapai 4,39 juta orang.

Sementara di 2020, jumlah pengunjung hanya 996 ribu wisatawan. Artinya, terjadi penurunan hingga 3,3 juta wisatawan sepanjang 2020. Dari jumlah itu, sebanyak 965 ribu orang adalah wisatawan domestik, dan 31 ribu wisatawan mancanegara.

Ketika awal buka kembali pada 25 Juni 2020, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, menambah kuota jumlah pengunjung secara perlahan. Dari 1.500 wisatawan, naik menjadi 2.500 orang, 4.000 orang, dan diharapkan nantinya mencapai 7.000 orang per hari.

I Gusti Putu Ngurah Sedana berharap jumlah kunjungan ke Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Ratu Boko dapat terus bertambah seiring dengan rencana pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat. “Mudah-mudahan jumlah pengunjung bisa kembali normal,” katanya. Pada 2021, lanjut I Gusti Putu Ngurah Sedana, pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan melebarkan jalan dari gerbang utama hingga halaman Candi Borobudur. Pemerintah dan PT TWC juga berencana membenahi gerbang dan menyiapkan atraksi menarik. (tmp/dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here