Sadiman Al-Kundarto; Komitmen Pemerintah Mampu Gairahkan Masyarakat untuk Taati Prokes

Pegiat Sosial dari UIN Walisonggo Sadiman Al-Kundarto. (Dok.)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Pegiat Sosial dari UIN Walisonggo Sadiman Al Kundarto mengemukakan pendapatnya soal penerapan protokol kesehatan. Hal ini dia katakan setelah lebaran 2021 ada lonjakan kasus covid-19 walaupun tidak signifikan.

Sadiman mengatakan Pasca Idul Fitri 1442 Hijriah, lonjakan kasus baru Covid-19 perlu mendapat kewasapadaan. Penerapan protokol kesehatan dinilai, menjadi faktor kunci penyebaran Covid-19 dapat ditekan.

Hal yang dosorotinya adalah komitmen pemerintah. Instruksi pemerintah dinilai dapat mengairahkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan dalam mencegah Covid-19.

“Jangan sampai antar pejabat saling berbeda instruksi, kebijakan. Karena nanti dampaknya masyarakat tidak percaya dengan pemerintah,” kata Sadiman, Senin (24/5/2021).

Protokol kesehatan sebagai upaya mencegah Covid-19 dapat diketahui masyarakat melalui instruksi pemerintah. Selain itu ditambah beberapa kebijakan seperti larangan mudik, pembatasan kerumunan dan penunjang protokol kesehatan lainnya.

“Larangan mudik, pengunaan masker, pembatasan kerumunan ini kan sebenarnya bagus. Cuma kadang kedatangan warga China ke Indonesia, masih ada pemudik ini yang membuat masyarakat kembali goyah mengikuti kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Menurut Sadiman, kekompakan pemerintah dan para ahli kesehatan dalam menyampaikan kebijakan mencegah Covid-19, menjadi faktor kunci masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat Indonesia pada umumnya dikatakan, mudah diarahkan asal dengan cara persuasif.

“Kalau masyarakat diedukasi dengan baik, ini Covid-19 berbahaya bagi kesehatan. Maka gunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan agar tidak kena Covid-19, tentu akan patuh. Namun ya yang memberikan edukasi bisa menjadi teladan,” jelasnya.

Disisi lain persediaan logistik protokol kesehatan terutama di pedesaan perlu mendapat suplai dari aparat desa atau pihak swasta. Daya beli masyarakat desa untuk memenuhi protokol kesehatan masih butuh campur tangan pemerintah.

“Untuk daerah tertentu pemerintah perlu menyuplai masker, membuat tempat cuci tangan, belikan sabun juga. Kan tidak semua daerah warganya mampu beli sendiri,” pungkasnya. (Rifky Akbar)

Berita Terbaru;

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here