Puasa Sunnah Ayyamul Bidh; Berikut Keutamaan dan Balasannya dan Jadwal Bulan November 2021

Ilustrasi

SIGIJATENG.ID – Puasa sunnah di dalam agama Islam jenisnya banyak, diantaranya adalah puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini dilakukan selama tiga berturut-turut dalam setiap bulannya.

Tata cara puasa sunnah ini sama dengan puasa wajib bulan Ramadhan, puasa sunnah senin dan kamis, puasa sunnah tarwiyah, dll, namun yang membedakan adalah niatnya serta harinya.

Pengertian puasa Ayyamul Bidh artinya adalah puasa yang dilakukan pada hari-hari putih. Ayyamul Bidh merupakan julukan bagi suatu hari di mana bulan bersinar dengan benderang.

Hari tersebut berarti hari saat terjadi bulan purnama. Maka dari itu, penetuna kapan puasa Ayyamul Bidh dilakukan berdasarkan kalender Hijriyah.

Puasa Ayyamul Bidh dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah. Pada hari-hari itulah biasanya terjadi bulan purnama.

Untuk bulan November 2021 ini, tanggal 13, 14 dan 15 bulan Robiul Akhir, yakni bertepatan dengan tanggal 18, 19 dan 20 harinya Kamis, Jumat dan Sabtu.

Setiap amalan tentu ada keutamaannya. Begitu pula puasa Ayyamul Bidh.

Berikut ini adalah beberapa keutamaan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh.

  1. Mengikuti sunnah dan melaksanakan wasiat Nabi Muhammad saw.

Sebagai umat Nabi Muhammad saw., mengikuti sunnahnya merupakan keutamaan tersendiri. Berikut dalil sunnahnya puasa Ayyamul Bidh.

Suatu hari Mu’adzah bertanya kepada Aisyah,

أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَتْ نَعَمْ. قُلْتُ مِنْ أَيِّهِ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ كَانَ لاَ يُبَالِى مِنْ أَيِّهِ صَامَ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Artinya:

“Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap bulannya?” Aisyah menjawab, “Iya.”

Mu’adzah lalu bertanya, “Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?” Aisyah menjawab, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau).”

(HR. Tirmidzi no. 763 dan Ibnu Majah no. 1709)

Selain kebiasaan Rasul berpuasa tiga hari di setiap bulan, Rasul juga mewasiatkan amal ini kepada Abu Hurairah r.a, ia berkata,

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Artinya: “Kekasihku (yaitu Rasulullah saw.) mewasiatkan padaku tiga nasihat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: (1) berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) mengerjakan shalat Dhuha, (3) mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)

Meskipun redaksi hadits tersebut adalah wasiat Rasul kepada Abu Hurairah, tetapi dalam konteksnya hadits ini adalah wasiat untuk seluruh umat Rasul Muhammad saw., termasuk kita yang hidup saat ini.

Dengan melakukan puasa Ayyamul Bidh, artinya kita melaksanakan sunnah dan wasiat Nabi Muhammad saw.

  1. Seperti berpuasa sepanjang tahun

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah saw. bersabda,

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari no. 1979)

Sesuai hadits tersebut, puasa ayyamul bidh yang dilakukan setiap bulan pahalanya seperti orang yang berpuasa sepanjang tahun.

Hal ini juga sesuai dengan janji Allah Swt. dalam Quran Surah Al An’am ayat 160.

مَن جَاء بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

“Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al An’am [6]:160)

Jika berpuasa 3 hari setiap bulan berarti seperti berpuasa 30 hari atau 1 bulan. Maka dari itu, kalau setiap bulan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh seperti puasa sepanjang tahun.

  1. Mendapat surga Ar Rayyan

Dari Sahal bin Sa’ad r.a., Rasulullah saw. bersabda,

فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ

“Di surga ada delapan pintu. Salah satu pintunya disebut Ar Rayyan yang tidak dimasuki kecuali oleh orang yang berpuasa. Setelah mereka masuk, maka ditutuplah pintu itu, dan tidak ada yang masuk selain mereka,” (HR Bukhari dan Muslim).

Dengan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, kita bisa dapat tiket masuk surga Ar Rayyan.

  1. Menyehatkan badan

Dengan berpuasa, kita membuat tubuh kita beristirahat, terutama organ-organ pencernaan sehingga mereka bisa melaksanakan fungsinya dengan lebih baik.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

صُومُوا تَصِحُّوا

Artinya: “Berpuasalah niscaya kalian akan sehat.” (HR. Ath Thabrani)

  1. Melatih sabar dan syukur

Berpuasa memaksa tubuh kita menahan lapar. Selain lapar, kita juga diharuskan menahan hawa nafsu. Dengan begitu, kita menjadi lebih sabar menghadapi suatu persoalan.

Lapar yang kita rasakan akan mengingatkan kita betapa banyak orang di luar sana yang menderita karena kelaparan.

Sedang kita di sini berkecukupan untuk sekadar mengenyangkan perut. Semestinya hal ini menambah rasa syukur kita atas nikmat Allah Swt. (asz)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here