Program Qurban Rendangmu Lazismu Jateng 1442 H Kumpulkan 252 Ekor Sapi

Penyerahkan 5 ekor sapi secara simbolis dari RS Reomani Semarang kepada Lazismu Jateng, Rabu, 21 Juli 2021.

SEMARANG ( Sigijateng.id ) – Program Qurban Rendangmu Lazismu Jateng berhasil mengumpulkan sebanyak 252 ekor sapi baik dari lembaga atau perseorangan pada Idul Adha tahun 1442 H / 2021 M ini. Jumlah tersebut meningkat 100,7 persen dibanding Idul Adha 1441  H / 2020 M kemarin.

“Alhamdulillah, tahun ini dapat 252 ekor sapi dari sohibul kurban. Sangat membahagiakan. Dan saat ini sudah dimulai proses penyembelihan di Bali. Kita kerjasama dengan vendor yang tempat pengolahannya di Bali,” kata Wahidin Hasan selaku Manager Fundraising Lazismu Jateng, Rabu, 21 JUli 2021.

Hal ini dikatakan Wahidin Hasan usai menerima 5 ekor sapi secara simbolis dari keluarga besar RS Reomani Semarang, yang disampaikan oleh Direktur Utama RS Roemani Semarang dr Sri Mulyani Sp.A M.Kes, di Gedung Ayub RS Roemani.

 Wahidin Hasan mengucapkan terima kasih kepada semua sohibul kurban telah menitipkan hewan sapi kurbannya di  program Qurban Rendangmu Lazismu Jateng. Salah satunya adalah lembaga usaha social PKU Muhammasiyah yaitu RS Roemani Semarang.

“RS Roemani kami jadikan ikon dalam program  Qurban Rendangmu Lazismu Jateng ini. Dan Alhamdulillah pada Idul Adha tahun ini,  bisa meneyarahkan lima ekor,” katanya.

Dikatakan Wahidin, peningkatan hewan kurban hingga dua kali lipat juga tidak lepas dari keseriusan jajaran pengurus PW Muhammadiyah,  PD Muhammadiyah, organisasi internal Muhammadiyah dan relasi Muhammadiyah dalam program ini. Dan harapannya bisa terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

“Program  Qurban Rendangmu Lazismu Jateng adalah untuk mendukung program ketahanan pangan Muhammadiyah. Jadi setelah sapi kurban disembelih, diproses dan sudah dimasukkan ke dalam kaleng, sepertiga bagian akan dikembalikan ke sohibul kurban, kemudian dua bagian diberikan bidang program ketahanan pangan, untuk didisitribusikan kepada yang berhak,” terangnya.

Ditanya soal PD kota/kabupaten mana saja di Jateng yang menitipkan hewan sapi kurban ke program  Qurban Rendangmu Lazismu Jateng ini, menurut Wahidin Hasan, semua PD Muhammadiyah di Jawa Tengah sudah ikut dengan jumlah berbeda beda.

“Lima besar PD kota/kabupaten di Jateng yakni  menyerahkan hewan paling balik yakni, Sragen, Banyumas, Kudus, Kota Semarang, Kabupaten Pekalongan.  Mereka tidak menyerahkan sapi, namun menyerahkan uang, kemudian kami belikan hewan sapi kurban. Kami sediakan tiga piliha harga sapi, paling mahal harga Rp 21 juta,” kata Wahidin hasan.

Sementara, Direktur Utama RS Roemani Semarang dr Sri Mulyani Sp.A M.Kes, mengatakan, pada Idul Adha 1442 ini, RS Roemani Semarang berhasil mengumpukan hewan kurban sebanyak 12 ekor sapi dan 20 ekor kambing dari karyawan dan dokter mitra. Kemudian, sebanyak 5 ekor sapi diserahkan ke Lazismu dalam Program Qurban Rendangmu Lazismu Jateng, sedang sisanya disembelih secara regular yang kemudian dibagi ke karyawan, warga kota Semarang dan sekitarnya Kota Semarang.

“Insya Allah tahun depan jumlahnya akan bertambah. Kami akan sosialiasikan program ini kepada para karyawan dan dokter mitra lebih awal,” terangnya.

dr Sri Mulyani Sp.A M.Kes, mengatakan, program Qurban Rendangmu Lazismu Jateng adalah program bagus, karena bisa menjangkau masyarakat lebih luas dan juga memang mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Harapannya dengan adanya Rendangmu ini bisa  memupuk solidaritas seluruh karyawan Rumani, terhadap sauadara kita sesama Muslim yang membutuhkan. Bisa membantu pada saat pandemic seperti ini,” katanya.

Sebagai tambahn informasi, program Qurban Rendangmu Lazismu Jateng adalah program tahunan saat  Idul Adha datang dari Lazismu Jateng. Tahun ini sudah masuk tahun ketiga, dengan jumlah hewan kurban yang bisa dikumpulkan terus meningkat.

Program program Qurban Rendangmu Lazismu Jateng tahun 1442 H ini sebelumnya telah dilanching oleh Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah Drs KH Tafsir MAg pada Kamis (24/6/2021).

 “Program ini sebagai salah satu bentuk Tajdid Muhammadiyah. Tajdid artinya pembaharuan. Pembaharuan dalam ibadah Qurban. Bagaimana ibadah Qurban ini tetap dilaksanakan sesuai syariat, namun diperbaharui, bagaimana agar daging kurban bisa lebih tahan lama, bisa merata, menyebar sampai ke pelosok daerah. Jadi, kami jamin pelaknasan program ini sudah sesuai syari, higienis dan humanis,” terang Kiai Tafsir saat itu. (aris)

Berita terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here