Prof. Mudzakir Gantikan Prof. Mahmutarom Sebagai Rektor Unwahas Semarang

Proses pelantikan dan serah terima jabatan rektor dari Prof. Dr. Mahmutarom, SH, MH kepada Prof.Dr. KH. Mudzakir Ali, MA disaksikan oleh Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim Semarang Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA. (foto ist)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang resmi melantik rektor barunya yaitu, Prof.Dr. KH. Mudzakir Ali, MA pada Jum’at (30/4/2021).

Prof. Dr. KH. Mudzakir Ali, MA sendiri didaulat sebagai Rektor Unwahas periode 2021-2025 menggantikan Prof. Dr. KH. Mahmutarom. Acara dirangkai dengan buka bersama di kampus Unwahas Pusat, Jl. Menoreh Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang.

Upacara pelantikan yang berlangsung di aula gedung Dekanat Unwahas lantai 6 dipimpin Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim Semarang Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA dan disaksikan langsung oleh Pembina, Pengawas, Pengurus Yayasan Wahid Hasyim Semarang, dan para pimpinan Universitas Wahid Hasyim. 

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Prof. Mahmutarom selaku Rektor Periode 2017 – 2021 atas kepemimpinannya yang sangat baik, dan selamat kepada Prof. Mudzakkir Ali atas dilantiknya sebagai Rektor Periode 2021 – 2025, semoga mampu meneruskan estafet kepemimpinan Universitas Wahid Hasyim dengan baik kedepannya,” kata Prof. Noor Achmad dalam sambutannya.

Lebih lanjut Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim Semarang berharap kepada Rektor baru supaya dapat mempertahankan dan mengembangkan capaian yang sudah berhasil diraih semasa kepemimpinan Rektor sebelumnya, jangan berhenti dan terus berkembang membawa Unwahas menuju kejayaan di tahun 2025. 

Usai dilantik, Prof Mudzakir guru besar Pendidikan Agama Islam Unwahas menyampaikan, periode kepemimpinannya empat tahun ke depan adalah periode tantatangan untuk memposisikan perguruan tinggi NU di Jawa Tengah berada di posisi papan atas dengan menggenggam predikat unggul.

Menurutnya untuk meraih predikat unggul minimal 50 persen dari seluruh program studi yang ada nilai akreditasinya A. Saat ini Unwahas memiliki 20 program studi, dari sejumlah itu baru dua yang nilai akreditasinya A.

“Itulah tantangan utama yang harus kami hadapi dan kami jawab dengan serius, karena itu semua potensi yang ada di Unwahas dan dukungan nahdliyin akan kami maksimalkan, sehingga sebelum tahun 2025 Unwahas sudah meraih predikat unggul,” pungkasnya. (Mushonifin)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here