PPKM Jawa-Bali, Yoyok Minta Rakyat Mendukung Agar Ada Dampak Positif

Anggota DPR RI yang duduk di Komisi X, A.S. Sukawijaya

SEMARANG (SigiJateng)- Pemerintah Pusat bersama Permintah Daerah sudah mulai menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali mulai 11 Januari – 25 Januari 2021.

Kegiatan ini dilaksanakan pemerintah untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di beberapa daerah yang masih tinggi hingga saat ini.

Atas hal ini, anggota DPR RI yang duduk di Komisi X, A.S. Sukawijaya mengungkapkan bahwa kegiatan PPKM ini harus didukung semua pihak supaya tujuan inti dari PPKM bisa terlaksana.

Menurut pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini, pemerintah juga harus tegas untuk penerapan PPKM supaya pandemi Covid-19 segera teratasi.

“Kegiatan PPKM tentu menimbulkan pro kontra. Sebagai contoh semua mitra kementerian saya di Komisi X merasakan dampaknya. Pariwisata, olahraga, dan pendidikan menjadi cukup terdampak. Namun kalau ini demi kebaikan bersama, semua harus mendukung,” ujar Yoyok Sukawi di Semarang, Rabu (13/1/2021)

Mantan Ketua Komisi E DPRD Jateng ini lantas mencontohkan beberapa sektor yang sebetulnya akan kembali bangkit namun karena pemberlakuan PPKM menjadi tertunda kembali.

“Pariwisata misalnya, ini sektor yang banyak diandalkan masyarakat di kala normal. Namun di tengah pandemi Covid-19 memang harus kembali bersabar. Sekarang saatnya bareng-bareng dulu tekan angka Covid baru setelah itu bangkit pelan-pelan,” putra mantan walikota Semarang Sukawi Sutarip ini.

“PPKM ini juga berdampak di olahraga. Kemarin beberapa cabor sudah mengajukan izin ke kepolisian terkait kompetisi. Sudah ada yang mau jalan, namun karena PPKM kembali ditunda,” imbuh anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini.

Yang terakhir sektor pendidikan, di awal tahun 2021 sebetulnya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sempat memperbolehkan sekolah tatap muka apabila ada daerah atau orang tua murid yang berkenan. Tetapi karena PPKM, kegiatan tersebut di beberapa daerah juga gagal dilaksanakan karena masih tingginya angka penyebaran Covid-19.

“Saatnya sekarang bareng-bareng sukseskan kegiatan PPKM ini. Kalau dua minggu ini hasilnya bagus, pasti pelan-pelan akan ada harapan dari sektor pariwisata, olahraga, dan pendidikan untuk kembali beraktifitas seperti yang diinginkan,” pungkas Yoyok Sukawi. (Aris)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here