Potensi Melimpah, Inilah Sejumlah Destinasi Wisata di Kecamatan Tugu Kota Semarang

Sebuah aktifitas ritual dilakukan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Tugurejo, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Pihak Kecamatan Tugu setelah kerja bakti pembersihan kompleks Candi Tugu. (Dok. Humas Camat Tugu)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Candi Tugu, Wisata Hutan Mangrove dan Pulau Tirang diperkenalkan sebagai paket destinasi wisata oleh Pemerintah Kecamatan Tugu, Kota Semarang pada Jumat (19/11/2021).

Bahkan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Tugurejo, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Pihak Kecamatan setempat dengan membuat paket wisata tour satu hari di objek wisata andalan yang ada di wilayahnya.

Promosipun telah dilakukan pembuatan video One Day Tour di tiga obyek wisata ini sekaligus.

Camat Tugu, Kusnandir, mengatakan bahwa di daerahnya banyak sekali daerah yang memiliki potensi wisata, namun perlu ada sentuhan kreatif dan promosi memadai untuk memperkenalkannya.

“Kita sudah memiliki pokdarwis, nantinya akan kita kembangkan potensi yang ada. Menambah ornamen atau spot yang Instagramable, pemasarannya dikemas dengan pembuatan video ini lalu akan kita viralkan,” katanya.

Wisata mangrove kata pun memiliki potensi yang cukup besar, Pokdarwis yang ada sebenarnya sudah memiliki paket wisata yang siap mengantarkan wisatawan untuk menikmati keindahan Pulau Tirang.

“Pokdarwis juga siap mengantar wisatawan ke hutan mangrove ataupun Pulau Tirang. Selain itu juga banyak rumpon atau tambak yang bisa digunakan sebagai wisata mancing,” tambahnya.

Daerah pertanian berupa sawah pun lanjut dia, bisa membuat spot selfie dan mendirikan pusat kuliner di pinggir sawah atau tambak yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di masa pandemi.

“Nanti kita akan gandeng pihak swasta, misalnya di Candi Tugu dengan memasang umbul-umbul agar terkesan meriah dan ramai,” pungkasnya.

Ketua LPMK Tugurejo, Rofik menjelaskan tiga daya tarik di wilayahnya punya potensi yang bisa dijual ke wisatawan dengan konsep edukasi dan konservasi, serta oleh-oleh berupa pusat UMKM.

“Kita terus kembangkan dan memastikan pengelolaannya, misalnya gerbang elok ini ada UMKM, musik tradisional dan wilayah tangkapan air yang jadi ekonomi kreatif misalnya pemancingan,” jelasnya.

Rofik menjelaskan, semua paket tersebut dijual dengan paket wisata one day tour. Misalnya di Candi Tugu, wisatawan diajak untuk belajar arkeologi ataupun sejarah, sementara untuk wisata mangrove yang akan dijual adalah pendidikan untuk penyelamatan kawasan pesisir.

“Misalnya pembibitan mangrove, penanamannya dan sampai tangkap okan. Konsepnya sih lebih ke edukasi, sebelumnya sudah kita rintis. Alhamdulillah ini dapat dukungan penuh dari Pak Camat,” pungkasnya. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here