Polisi Bergerak Cepat, Ustaz Ponpes Penganiaya Santri Anak-Anak di Demak Ditangkap Usai Videonya Viral

Video singkat berisi kekerasan terhadap santri anak-anak beredar luas di masyarakat. Foto: tangkapan layar

Demak (Sigi Jateng) – Pihak kepolisian setempat bergerak cepat menangani kasus dugaan kekerasan dalam sebuah pondok pesantren di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Aksi penganiayaan terhadap sejumlah santri anak-anak itu terekam video hingga viral di media sosial.

“Sudah kami amankan pelakunya,” ujar Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (5/9/2021).

Dia menjelaskan, penganiayaan itu terjadi di pesantren yang berlokasi di Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Penganiayaan terjadi pada Rabu (1/9/2021) pukul 22.00 WIB. “Polsek Wonosalam Polres Demak telah melakukan pemeriksaan kepada korban dan beberapa saksi. Satreskrim Polres demak berhasil mengamankan pelaku berinisial M umur 33 tahun, laki-laki, pengasuh ponpes,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat digegerkan dengan beredarnya video kekerasan yang menimpa sejumlah santri anak-anak. Diduga tayangan kasus kekerasan berdurasi 1 menit 6 detik itu terjadi di sebuah pondok pesantren Demak Jawa Tengah.

Dalam video terlihat seorang pria menganiaya sejumlah anak. Suara tamparan dan teriakan keras terdengar berkali-kali.

Beberapa anak tetap dalam posisi berbaring. Terlihat pula seorang bocah yang mendadak diangkat dan dipepet ke tembok. Video itu pun menjadi perbincangan warganet seperti yang diunggah di grup Facebook Info Seputar Demak. Meski baru diunggah 4 jam, namun sudah menuai sekitar 4.000 komentar dan dibagikan hingga 4.700 kali.

“Viral vidio ustaz menganiaya santri di Pondok Pesantren Tahfidz Anak Darul Musthofa dukuh Krajan Desa Jogoloyo Kecamatan Wonosalam,” tulis akun @SultanDemak, yang mengunggah video.

Kebanyakan netizen mengecam keras perilaku pria dewasa yang menghajar anak-anak. Terlebih tindakan itu dilakukan di lingkungan pondok pesantren. Sebagian lainnya meminta warganet tak mudah menghakimi sebelum mengetahui latar belakang kasus tersebut. (Dye)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here