Polisi Amankan Tersangka Begal di Depan Balaikota Semarang

Suasana konferensi pers kasus kejahatan yang dipimpin oleh Kapolrestabes Semarang, Irwan Anwar dan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. (Mushonifin)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Polrestabes Semarang menggelar konferensi pers, Senin (6/9/2021) terkait pembegalan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di depan balaikota Semarang jalan Pemuda Semarang, Senin dini hari (6/9/2021).

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan dari pengembangan kasus tersebut pihaknya telah menangkap dua orang tersangka dan satu orang masih buron.

Tampilan layar CCTV yang merekam kejadian pembegalan yang merenggut nyawa korbannya di depan balaikota Semarang. (Mushonifin) 

“Ada dua tersangka yang sudah ditangkap. Satu tersangka buron,” ucap Kapolrestabes didampingi Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, Senin (6/9/2021).

Pengembangan kasus ini, lanjut Irwan, dibantu oleh Kodim 007 sehingga penanganan bisa cepat.

“Ada sinergitas penanganan kasus yang cepat dari pihak piket Kodim 007 ketika kejadian. Ada penanganan cepat dari tim elang hebat polrestabes Semarang. Sehingga dalam waktu cepat kasus sudah diamankan,” ujarnya.

Kronologi kejadian bermula saat dua orang korban mencari makan di angkringan dan saat pulang diikuti oleh pelaku hingga terjadi kejadian naas di depan gedung balaikota.

“Korban dari makan di angkringan dan saat pulang, korban diikuti oleh tersangka. Persis di depan Balaikota Semarang korban langsung dieksekusi oleh tersangka,” tandasnya.

Adapun barang yang diambil oleh pelaku adalah sebuah dompet dan sebuah handphone milik korban.

“Barang yang diambil adalah HP milik korban. Sementara kendaraan milik korban diamankan petugas sebagai barang bukti,” imbuhnya.

Tersangka berinisial AP, adalah residivis dan sudah dua kali menjalani dua kali hukuman di polrestabes Semarang. Kasus pertama tersangka melakukan perampasan handphone milik anak sekolah dan telah menjalani hukuman 6 bulan penjara. Sedangkan tersangka kedua, Haidar.

“Para tersangka sebelum melakukan tindakan minum-minum terlebih dahulu,” pungkas Anwar.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan rasa keprihatinannya atas kejadian tersebut. Dia berpesan kepada masyarakat agar berhati-hati.

“Kasus ini jelas menjadi keprihatinan kita bersama. Maka dari itu warga harus berhati-hati. Jika ada hal-hal yang mencurigakan segera lapor kepada aparat,” pesannya.

Walikota yang akrab disapa Hendi itu menambahkan, pihaknya merasakan manfaat dari pemasangan CCTV yang disebutnya.

Seperti yang diketahui, Pemerintah Kota Semarang melakukan program pemasangan CCTV satu koneksi untuk mengawasi kegiatan warga Kota Semarang.

Kasus pembegalan ini sendiri hasil pengembangan dari rekaman CCTV tersebut.

“Kami sedang mencanangkan pemasangan 10.000 CCTV kembali namun tertunda akibat PPKM. Insya Allah tahun depan segera terealisasi,” pungkasnya. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here