Pisahkan Napi Narkotika, LP Kedungpane Ciptakan BRT

Petugas Lapas Kedungpane meninjau tempat yang akan dijadikan Blok Resiko Tinggi (BRT) untuk narapidana yang memiliki risiko tinggi. (Dok.)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane Semarang mulai menjalankan program Blok Resiko Tinggi (BRT) untuk narapidana yang memiliki risiko tinggi.

Pengamanan BRT pun jauh lebih ketat dari blok lainnya seperti meningkatkan pengawasan melalui CCTV, memperketat interaksi dengan warga binaan blok lain, memasang alat metal detector, alat detektor sinyal telepon seluler, dan lainnya.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Supriyanto mengatakan BRT adalah sebuah pembaharuan dalam upaya penanganan narapidana resiko tinggi di Lapas Semarang. Terutama Narapidana Narkotika.

“Hal ini sejalan dengan konsep revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan di mana narapidana ditempatkan berdasarkan jenis dan tingkat resikonya,” tegas Kalapas, Sabtu (8/5/2021).

BRT sendiri akan mengoptimalkan bangunan yang sudah ada dengan membuat blok khusus di dalamnya.

“Dioptimalkan, bangunan yang sudah ada menjadi blok khusus. Kalau membangun blok yang baru waktunya cukup lama dan membutuhkan anggaran yang cukup besar,” terang Supriyanto.

Supriyanto mengatakan penggunaan BRT bisa menjadi jawaban dalam peningkatan kualitas praktik penyelenggaraan pemasyarakatan. Ini bukti keseriusan Lapas untuk mewujudkan komitmen dan upaya meningkatkan kualitas penegakan hukum serta memutus mata rantai praktek jaringan peredaran narkoba.

Supriyanto menjelaskan, sementara ini bangunan baru tersebut masih kosong dan siap digunakan setelah assessment penempatan narapidana selesai. Penentuan serta penempatan narapidana high risk, akan melibatkan anggota Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) untuk dapat disidangkan secara internal.

Di sini memang akan diisi orang-orang yang kita anggap potensial membangun jaringan.

“Maka dari itu kita bersama-sama menjaga Lapas ini untuk menjadi lapas yang terbebas dari narkoba. Kerjasama pemasyarakatan dengan Polri dan BNN harus semakin kuat,” imbuhnya. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here